Dalam 18 bulan terahir, perdagangan Emas bisa dikatakan tidak mudah. Meski ada ayunan dalam jangka pendek, sulit memperkirakan arah masa depan dari sejumlah ayunan yang ada dinamika momentum pasar yang berubah-ubah.

Secara keseluruhan, emas menjadi semakin kurang menarik sejak mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2020, dan sepertinya ini adalah kekurangan tren yang tidak berkelanjutan dan kita akan melihat pergerakan besar berkembang pada tahun 2022. sedikit lebih banyak perdagangan tanpa arah terlebih dahulu sebelum kita sampai di sana.

Ada kemungkinan pola ascending wedge yang lebih besar dapat berkembang pada kerangka waktu mingguan, dan jika ingin mengambil bentuk yang lebih benar maka bisa memakan waktu lebih lama sebelum sepenuhnya berkembang. Pergerakan turun lainnya dari sini menuju support besar di 1675 mungkin akan terjadi di awal tahun.

Dari perspektif risiko, penurunan harga emas ke level support utama dapat menawarkan calon pembeli peluang untuk meraup emas dengan bersandar pada garis di level support dan prospeknya menjadi netral hingga bullish, jika tembus garis tersebut dengan adanya kemungkinan bias arah penurunan yang perlu disesuaikan lebih jauh.

Di sisi kenaikan, untuk mendapatkan hal-hal menuju ke arah yang positif, emas pertama-tama harus naik di atas 1817 kemudian 1916. Pada saat itu, akan muncul sinyalemen reli kembali dengan mentarget pada rekor tertinggi di 2075.

Menutup perdagangan di akhir 2021 pada harga 1828, emas nampaknya akan memulai perdagangan di tahun 2022 dengan berusaha menembus kembali 1850. Sebaliknya sinyal koreksi akan terjadi jika harga emas tertekan kembali dibawah 1800, dengan target koreksi hingga ke 1770.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here