Emas
Eksposisinews – Emas terus menunjukkan kegemilangannya, hari Senin. Saat ini logam mulia itu mendekati level tertingginya dalam 4 setengah bulan terakhir. Penguatan logam mulia ini tak lepas dari melemahnya dolar AS dan meningkatnya tekanan inflasi, dan Bitcoin yang anjlok.

Sampai berita ini dimuat, dolar terpantau berada di dekat level terendahnya dalam tiga bulan terakhir terhadap euro, yang kembali menguat. Dolar AS juga mencatat penurunan terhadap mata uang Eropa lainnya, sehingga membuat logam kuning itu menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kekhawatiran terhadap tekanan inflasi AS telah menghantui pasar menyusul data yang menunjukkan inflasi kenaikan harga konsumen dan peningkatan aktivitas pabrik, sehingga semakin mengangkat daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust di bursa perdagangan berbasis emas terbesar di dunia, meningkat 0,6% menjadi 1.042,92 ton pada hari Jumat. Para spekulan menaikkan posisi beli bersih mereka di emas COMEX pada pekan yang hingga 18 Mei.

Pada mata uang kripto, bitcoin turun 13% pada hari Minggu, dan mencatat penurunan ~ 50% dari harga tertinggi tahun ini setelah Beijing meningkatkan upayanya untuk menindak penambangan dan perdagangan bitcoin.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya telah mengurangi anggaran infrastrukturnya menjadi $1,7 triliun dari $2,25 triliun, tetapi Partai Republik menolak perubahan tersebut karena tidak cukup untuk kesepakatan.

Emas spot naik 0,2% menjadi $1.883.21 per ons, setelah pada pekan lalu berhasil mencapai level tertinggi sejak 8 Januari di $1.889.75. Emas berjangka AS naik 0,4% menjadi $1.884.30 per ons. Pada perdagangan logam mulai lainnya, paladium naik 1% menjadi $2.810,32 per ons, perak naik 0,4% menjadi $27,64 dan platinum naik 0,6% menjadi $1.173,03.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here