harga emas

Eksposisinews – Emas kembali menguat menembus level penting 1.800, pasar terlihat menjauhi risiko sebelum rilis risalah pertemuan Federal Reserve akhir bulan lalu yang akan membawa petunjuk baru terhadap kebijakan moneter AS.

Risalah pertemuan Fed di Juni akan menjadi petunjuk lebih lanjut terhadap sikap bank sentral atas kebijakan suku bunga, pembelian obligasi dan prospek ekonomi.

Emas saat ini mengincar penutupan tertinggi dalam tiga minggu terakhir karena imbal hasil obligasi AS yang disesuaikan dengan inflasi terlihat mulai menurun. Sehingga ini menjadi penguat daya tarik logam mulia tersebut setelah mengahadapi bulan terburuk sejak 2016 pada Juni.

Nada menjauh dari risiko memang mulai memperlihatkan permintaan investor untuk aset safe-haven naik. Ini juga terlihat pada sektor ekuitas, di mana saham jatuh di Asia, mengikuti penurunan di AS, di tengah kekhawatiran baru tentang pemulihan ekonomi.

Hingga saat ini, emas mengalami tahun yang penuh dengan gejolak, dengan penurunan tajam pada bulan Juni yang terseret oleh kenaikan imbal hasil obligasi, dan penguatan dolar AS, serta taruhan bahwa pemerintah akan mulai mengekang stimulus pandemi. Tetapi risiko ekonomi masih terjadi dan dalam sorotan setelah data sektor jasa AS lebih lemah dari perkiraan.

Terpantau, bullion mencatat kenaikan 0,3% ke level $1,802, dan sudah mencatat kenaikan 1,8% sepanjang bulan ini. Sementara Perak dan platinum diperdagangkan datar, dan paladium turun 0,4%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here