EksposisiNews – Kejadian yang sangat menghebohkan tentang pernikahan anjing yang memakai Adat Jawa telah melanggar UU ITE yang sangat melecehkan budaya dan penistaan agama  dengan menggunakan W O ( Wedding Organizer) The Royal Wedding, berlangsung di Hyde Park  Pantai Indah Kapuk pada hari Jumat (14/7/2023)

Togar Situmorang Protes Perkawinan Anjing 1

“Saya sebagai seorang praktisi hukum menanggapi viralnya pernikahan binatang ataupun anjing bernama Luna dengan Jojo dengan menggunakan adat istiadat tradisi Jawa dan juga menggunakan pemberkatan secara pendeta itu sungguh sangat melukai hati saya, “ kata Advokat Dr Togar Situmorang, kepada wartawan, Kamis (20/7/2023)

Lebih lanjut, Togar sebagai masyarakat yang taat akan hukum yang tidak suka menyeleneh atau membuat hal-hal yang membuat gaduh di masyarakat.

“Karena kita masyarakat punya aturan hukum yang berlaku, “ terangnya.

Menurut Togar, yang wajib ditaati tidak hanya sekedar membuat sesuatu masalah ataupun konten dan minta maaf atau klarifikasi sudah selesai ini.

“kita wajib imbau kepada aparat hukum wajib menindaklanjuti masalah ini, baik ada laporan atau tidak dari masyarakat agar semuanya menjadi terang jangan menjadi suatu hal yang dibenarkan dan seolah-olah itu menjadi suatu kebiasaan di masyarakat kita, “ bebernya.

Togar mengingatkan bahwa perkawinan itu adalah hal yang sangat sakral dimana itu sudah diatur di undang-undang nomor 1974. “terkait perkawinan itu mengatur tentang manusia bukan binatang, “ paparnya.

Apalagi ini anjing, kata Togar, dan juga menggunakan adat istiadat budaya Jawa.

“Ini juga bisa memenuhi unsur dugaan SARA, yaitu sesuai pasal 28 ayat 2 undang-undang ITE nomor 9 tahun 2016 / 11 tahun 2008, “ tegas Togar.

Togar menyampaikan, bahwa ini tidak main-main ancamannya 8 tahun.

“demikian juga dengan menggunakan pendeta berarti itu dianggap binatang itu mempunyai agama pendeta itu kan konotasinya agama Kristen agama Nasrani atau Katolik jadi jelas memenuhi pasal 156A kitab hukum acara pidana dan ancamannya ini 4 tahun, “ uraunya.

Jadi, kata Togar, jelas pihak kepolisian ada atau tidak laporan daripada pihak masyarakat wajib ditangani masalah ini sudah melukai hatinya sebagai penganut agama Kristen.

“masa ada anjing diberkati secara Kristen oleh orang yang anggap kami suci yaitu seorang pastur dan pendeta yang harus diperiksa adalah pihak hotelnya, “ jelasnya,

Kemudian, karena tempat itu diselenggarakan dan juga WO wedding organizer dan juga termasuk pemilik anjing itu.

“dia tidak boleh melecehkan adat istiadat manusia, ingat manusia adalah makhluk mulia tidak boleh dilecehkan apalagi disamakan dengan binatang dan yang lebih fantastis ini tidak ada istilahnya tidak tahu atau lupa atau tidak sengaja biaya yang digunakan 200 juta, “ tegas Togar.

Togar menekankan, otomatis sebelum melaksanakan itu mereka wajib bertanya kiri dan kanan.

“Oleh sebab itu saya Advokat Dr Togar Situmorang SH, sangat sakit hati dan sangat menentang perilaku oknum-oknum masyarakat yang melakukan hal-hal yang menanggapi  tidak masuk nalar dan tidak masuk sesuai hukum yang berlaku, pihak kepolisian tolong segera wajib ditindak, ” pungkas Advokat Dr Togar Sitomorang. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini