Dolar
FILE PHOTO: A U.S. dollar banknote is pictured behind a protective mask, which is widely used as a preventive measure against the coronavirus (COVID-19), in this illustration taken March 17, 2020. REUTERS/Alexey Pavlishak

Dolar relatif diperdagangkan flat sejak perdagangan sesi Jumat pagi Eropa. mempertahankan kenaikan minggu ini memanfaatkan predikat safe haven di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di seluruh dunia dan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi AS.

Inflasi AS yang tinggi juga mengangkat ekspektasi penurunan awal dalam pembelian obligasi bulanan Federal Reserve senilai $120 miliar

Indeks Dolar diperdagangkan flat di level 92,620, perlahan merangkak menuju kenaikan sekitar 0,5% untuk pekan ini yang, jika berhasil mempertahankan kenaikannya hingga penutupan sesi. Bahkan itu menjadi persentase kenaikan mingguan terbesarnya dalam sebulan terakhir.

Meningkatnya kasus Covid-19, yang tidak hanya di Asia Tenggara dengan angka kenaikan terbesar diantara Kawasan lainnya, kenaikan kasus di Eropa dan AS juga mengubah psikologis investor dengan menghindari risiko. Tak ayal menjadi keuntungan bagi dolar AS.

Di Australia, Melbourne mengikuti lockdown Sydney telah terlebih dahulu melakukannya, yang berarti sekitar 40% populasi Australia dalam ‘kurungan’ pembatasan. Indonesia menjadi negara lainnya yang saat ini sedang memerangi epidemi dengan “skenario terburuk”, menurut seorang menteri senior.

Dolar Dan Pandemi
kasus covid Indonesia terkini; sumber https://covid19.go.id/peta-sebaran

Sama halnya dengan negara lainnya, Korea Selatan, yang sebelumnya merupakan kisah sukses Covid, kini kembali dihadapkan dengan gelombang baru infeksi yang cukup persisten. Sementara Jepang telah menyatakan keadaan darurat di sekitar Tokyo, yang berarti Olimpiade mendatang akan berlangsung tanpa penonton. Sementar aitu, wilayah Los Angeles telah mengembalikan mandat penggunaan masker untuk lingkungan dalam ruangan.

Sementara itu, upaya Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mencoba meredam kecemasan pasar atas langkah pengetatan awal, bank sentral dihadapkan pada angka inflasi yang kuat dan pergeseran ekspektasi suku bunga setelah Fed isyaratkan kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pada tahun 2023 telah menempatkan dukungan greenback.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here