Dolar

Eksposisinews – Dolar diperdagangkan menguat di awal perdagangan Eropa sesi Kamis. Kenaikan ini tak lepas dari kenaikan imbal hasil Treasury AS. Sementara itu para pelaku pasar saat ini fokus pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell hari ini sebagai panduan.

Yield obligasi acuan AS 10-tahun diperdagangkan sekitar 1,49% semalam, kembali ke level tertinggi satu tahun 1,61% yang dicapai pekan lalu. Kenaikan ini diyakini karena perkiraan bahwa pemulihan ekonomi akan kuat atas oleh stimulus pemerintah akan menghasilkan inflasi kembali. Sehingga, hal ini mendorong Federal Reserve melakukan langkah pengetatan awal.

Tak pelak, Ketua Fed Jerome Powell menjadi pusat perhatian dan fokus pasar terkait pidatonya pada konferensi pada pukul 12:05 siang waktu setempat. Ini akan menjadi pidato terakhirnya sebelum komite pembuat kebijakan Fed bersidang pada pertengahan Maret.

Banyak pejabat Fed telah meremehkan kenaikan imbal hasil Treasury inii dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, Gubernur Fed Lael Brainard pada hari Selasa mengakui bahwa kenaikan imbal hasil yang cepat telah “menarik perhatiannya.”

Kenaikan yield Treasury yang berlebihan terjadi meskipun data hari Rabu menunjukkan pasar tenaga kerja AS berjuang di bulan Februari, ketika data payroll sektor swasta tidak sesuai yang diharapkan. Namun, jumlah klaim awal mingguan juga akan dipelajari dengan cermat, sebelum rilis payroll resmi pemerintah hari Jumat.

Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,1% pada 91,002, meneruskan kenaikan hari Rabu sekitar 0,3%.

EUR/USD turun 0,1% ke level 1,2058, USD/JPY naik 0,1% ke level 107,13, setelah mencapai level tertinggi tujuh bulan di sesi sebelumnya. Namun, mata uang komoditas masih dalam posisi tawar. AUD/USD yang sensitif terhadap risiko naik 0,5% ke level 0,7812, terus menunjukkan kekuatan setelah data PDB yang kuat pada hari Rabu. Dolar Selandia Baru dan Dolar Kanada juga mencatat kenaikan terhadap dolar AS.

Masalah imbal hasil yang lebih tinggi tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, imbal hasil Gilt Inggris 10-tahun naik menjadi 0,78%, mendekati level tertinggi 11-bulan di 0,836% yang dicapai minggu lalu, setelah pemerintah mengumumkan pinjaman yang jauh lebih tinggi. Meski kemudian turun kembali ke level 0,775%, tetapi sterling masih ditopang dengan baik, dengan GBP/USD diperdagangkan naik 0,1% ke level 1,3956.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here