Dolar AS

Eksposisi News, Banyuwangi – Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang rekan pada hari Selasa setelah libur akhir pekan dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan AS dimana para pedagang bersiap memposisikan diri mereka menjelang rilis risalah dari pertemuan penting Federal Reserve AS di bulan Juni kemarin. Indek Dolar AS naik 0,328% pada 92,550.

Pelaku pasar akan mencari petunjuk tentang kapan Fed kira-kira akan mulai mengurangi aksi pembelian obligasi akibat pandemi di tengah pemulihan ekonomi, dari risalah yang akan diterbitkan pada hari Rabu besok. Mereka bersiap untuk kemungkinan nada lain yang bersikap hawkish dari risalah tersebut dan itu akan menjadi sentiment positif bagi dolar AS.

Pergerakan naik greenback terjadi meski imbal hasil Treasury AS turun setelah data mengisyaratkan bahwa pertumbuhan di sektor jasa telah melambat, dengan catatan benchmark 10-tahun di jalur untuk penurunan beruntun terpanjang dalam 16 bulan.

Data dari Institute of Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa AS melambat pada bulan Juni, kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan baku, sehingga pekerjaan yang belum selesai terus menumpuk. Kajian ISM menunjukkan indek sektor jasa AS jatuh ke angka 49,3 pada bulan Juni dari 55,3 pada bulan Mei.

Itu mengikuti laporan pekerjaan AS yang beragam pada hari Jumat, yang menyebabkan dolar mundur dari level tertinggi tiga bulan. Meskipun perkembangan ekonomi AS, sejauh statistik berjalan, tidak akan mendorong Fed untuk menaikkan suku bunga dengan cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here