JAKARTA – Dunia kopi sudah menjadi bagian kehidupan bagi Kurniyawan Syah, Seorang Coffe Master asal Jakarta. Ia memulai kariernya di balik meja seduh sejak 2013 lalu sebagai asisten bartender di sebuah hotel di wilayah kuningan, Jakarta selatan.

Nama kurniyawan Syah kini dikenal sebagai Coffe Professional yang banyak melatih barista di beberapa PT ternama di Indonesia.

Berawal dari tahun 2013 Kurniyawan Syah memulai kariernya, saat itu ia bekerja di sebuah hotel sebagai asisten bartender. Petualangannya mengenal dunia kopi dimulai ketika ia ditugaskan di coffe shop hotel tempat ia bekerja. Cukup lama ia bergelut dengan kopi disana, mengembangkan pengetahuannya yang ia peroleh kemudian berpindah ke beberapa tempat lain dan mendalami industri kopi.

Mulai dari cara pengolahan sampai dalam bidang akademisinya. Kurniaywan mengatakan ia menemukan passion nya dalam industri ini dan akan terus mengembangkannya

“saya menemukan passion saya dalam industri ini dan mencoba menjadi yang terbaik”. Kata Kurniyawan.

Ia pun mengatakan, bahwa passion terbentuk dari faktor lingkungan bukan dari bawaan lahir.

Di Balik Meja Seduh, Perjalanan Karier Coffe Master Kurniyawan Syah 1

“saya orang yang percaya bahwa tidak ada orang yang memiliki passion nya sendiri sejak lahir, passion terbentuk dari lingkungan, jika di dalam dunia kerja SOP perusahaan yang membetuk passion itu, jika kita mencintai SOP tersebut itu akan membentuk passion dan menunjang karier, jika tidak, kita hanya sebatas bekerja saja,” ujarnya.

Beberapa waktu berikutnya, kurniyawan bekerja di sebuah coffe shop di kawasan SCBD Jakarta sebagai Barista. Disanalah ia bertemu dengan Master Roaster Coffe. Ia banyak belajar tentang roasting kopi dari nya.

Setelah mengikuti beberapa kegiatan yang membuatnya tersertifikasi dalam bidang kopi. Ditahun 2015 ia mendirikan sekolah kopi “Kopi Kamu Indonesia” di wilayah Jakarta Selatan.

Perjalanan kariernya dalam bidang kopi terbilang cukup mulus. Setahun setelah mendirikan sekolah kopi, ia dipercaya oleh perusahaan ternama Family Mart untuk memberikan konsep dan pengembangan es kopi susu yang dinamakan “Dolce Latte dan Kopi Susu Keluarga” serta melatih 200 orang barista disana. Dua tahun berikutnya di tahun 2018, mendirikan konsep manual brew di hotel Allium Batam & Tangerang.

Baginya, dalam industri kopi mengikat empat hal, yaitu ikatan antara pertain, roaster, barista dan pelanggan atau tamu. Karena empat hal tersebut yang menjadikan industri kopi berjalan.

“Dalam industri kopi ini memiliki empat ikatan yang kuat, ikatan antara petani, roaster, barista dan pelanggan,” ujarnya.

Kini ia mendirikan coffe shop bernama Hitamanis yang menjadi hilir kopi toraja dari Sulawesi, tepatnya daerah Mamasa. Coffe shop tersebut sudah memiliki tiga cabang di wilayah Jakarta.

Di Balik Meja Seduh, Perjalanan Karier Coffe Master Kurniyawan Syah 2

Kurniyawan menceritakan lebih lanjut tentang coffe shop yang ia bangun tersebut, dari filosopi penamaan hingga identitas kopi yang dimunculkan.

“Dari penamaannya, kan hitam manis, hitam itu simbol dari kopi, sementara manis simbol dari non kopi, jadi hitam manis perpaduan antara kopi yang pahit dengan bahan non kopi sehingga memunculkan rasa kopi yang bisa dinikmati,” katanya

“Untuk identitas kopi yang kami munculkan, menggunakan house blend dari kopi robusta mamasa dan arabica hijen,” jelasnya.

CEO coffe shop hitamanis tersebut juga mengatakan untuk mendapatkan rasa dari secangkir kopi yang nikmat dan balance, mengacu kepada tiga hal, 60% dari pemilihan biji kopi, 30% dari hasil roasting, dan sisanya dari keahlian seorang barista.

Kurniyawan berharap kedepannya industri kopi di tanah air semakin berkembang, hingga kopi asli asal tanah air bisa dinikmati seluruh dunia.

“Saya berharap kedepannya industri kopi di tanah air semakin berkembang, hingga airnya kopi asli asal tanah air bisa dinikmati di seluruh dunia,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here