Jenny Widjaja bersama dengan RB Noodles S Pro 10 (Eksposisi News)
Jenny Widjaja bersama dengan RB Noodles S Pro 10 (Eksposisi News)

Eksposisi News, Jakarta – Bagi para pedagang mie, baik mie ayam, mie pangsit atau mie-mie lainnya, salah satu tantangan terbesar mereka adalah produksi mienya. Tak heran bila tidak banyak pedagang mie saat jenis makanan ini mulai hadir. Seiring perkembangan, muncul pedagang yang menjual mie yang siap untuk diolah sehingga pedagang mie hanya perlu memikirkan proses memasaknya saja.

Meski sudah semakin mudah, namun masih menyisakan masalah yaitu soal kesegaran mie tersebut. Akhirnya produk-produk mie yang siap masak, biasanya mengandung bahan-bahan tambahan untuk lebih memperpanjang masa kesegarannya. Tak heran mie-mie tersebut saat dikonsumsi bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Dengan RB Noodle S Pro 10 Bikin Mie Makin Gampang, Sehat dan Murah 1
Mie Ayam dengan pewarna alami dari sari buah Naga di Industri Mie 1938 Jakarta Utara (Lukman Hqeem | Eksposisi News)

Jenny Widjaja, dari RB Electronics membuat inovasi dengan meluncurkan mesin pembuat mie yang lebih sederhana dan efesien. RB Noodle S. Pro 10. Ini merupakan mesin generasi ketiga yang dibuat setelah produk pertama di perkenalkan pada 2019 silam. Generasi ketiga ini diluncurkan pada pertengahan Februari lalu di Jakarta. Konsumsi listriknya hanya 380 Watt, dimana dengan bahan satu kilo tepung akan menghasilkan sekitar dua kilo mie siap masak.

Perawatan mesin ini juga sangat sederhana, hanya perlu di bersihkan setelah pemakaian dan bila ada kerusakan komponen penggangi juga mudah didapatkan. RB Electronics memberikan jaminan satu tahun untuk layanan purna jual.

Dengan bentuk yang praktis, RB Noodle S. Pro 10 bisa menjadi solusi bagi para pedagang mie agar bisa memproduksi mie sendiri. Kelebihannya adalah jumlah produksi bisa disesuaikan dengan potensi jual sehingga masalah penyimpanan dan kesegaran mie saat akan di masak bisa terjaga.

Dengan RB Noodle S Pro 10 Bikin Mie Makin Gampang, Sehat dan Murah 2
Mesin Mie RB Noodles S Pro 10 dari RB Electronics di gerai RB Shop, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Lukman Hqeem | Eksposisi News)

Selain itu, dengan memproduksi sendiri, kandungan mie bisa disesuaikan. Otomatis bisa berkreasi dengan hidangan mie, seperti mie dengan warna-warna merah, hitam atau hijau. Warna-warna mie didapatkan dari bahan-bahan makanan lain, seperti buah dan sayuran. Mie hitam bisa didapatkan dari bubuk arang  dan mie merah didapatkan dari sari buah naga. Sementara warna hijau didapatkan dari sayuran. Selain menambah penampilan mie itu sendiri, dengan bahan-bahan yang alami tersebut membuat mie produksi sendiri bisa lebih sehat dan terjaga kesegarannya.

Proses pembuatan Mie dengan RB Noodle S. Pro 10 sangat mudah. Cukup masukkan tepung terigu dan telor kedalam mesin dengan air dan pewarna alami. Dalam sekian menit adonan sudah siap dan langsung mencetak mie. Sangat mudah operasionalnya. Bisa dibandingkan dengan alat-alat pembuat mie lainnya, terkadang butuh tempat yang luas dan lebih rumit operasionalnya.

Menariknya, alat yang lebih sederhana namun efesien ini sangat terjangkau harganya. RB Noodle S. Pro 10 dijual pada kisaran harga Rp.22 juta rupiah. Dibandingkan dengan RB Noodle generasi sebelumnya, harga nya semakin murah.

Efesiensi produksi membuat potensi keuntungan seporsi mie bisa lebih optimal. Misalnya, semangkuk Mie Ayam, yang di bandrol harga Rp.15 ribuan, harga pokoknya bisa sekitar 30% saja. Dengan demikian, keuntungan para pedagang mie bisa jauh berlipat dengan penggunaan RB Noodle S. Pro 10. Sebagai ilustrasi saja, bila sehari bisa menjual 50 porsi dengan potensi untung Rp10 ribu, maka satu bulan bisa mendapatkan keuntungan kasar sekitar Rp15 juta.

Saat ditemui Eksposisi News di RB Shop, yang di bilangan Jakarta Utara, Jenny Widjaja mengungkapkan inovasi ini bisa menjadi solusi bagi para pedagang mie, baik dalam skala rumahan atau yang lebih besar di kedai-kedai makan agar bisa mendapatkan peluang keuntungan yang lebih baik. Apalagi, menurutnya dimasa pandemi seperti ini, peluang usaha skala kecil bisa dilakukan dari rumahan. Berdagang Mie adalah salah satu yang potensial.

Bagi para pemula, mereka juga menyediakan pelatihan gratis. Seperti pada Kamis (25/02/2021), di RB Shop Kelapa Gading, sedang dilakukan demo membuat mie. Kali ini mengajak salah satu public figur, Rieta Amilia bersama dengan Chef Bloem. Menurut Chef Bloem, kualitas mie yang diproduksi dengan mesin ini sangat baik. Bahkan sajian di kedai Industri Mie, yang menggunakan RB Noodle S. Pro 10, menurutnya sangat enak, atau lebih dari 4 bintang dari 5.

Dengan RB Noodle S Pro 10 Bikin Mie Makin Gampang, Sehat dan Murah 3
Rita Amilia dan Chef Bloem mendemokan masak Mie dan Pasta di RB Shop, Kamis (25/02/2021). (Lukman Hqeem| Eksposisi News)

Jenny Widjaja menuturkan bahwa kecintaannya pada Mie tidak lepas dari sejarah keluarga mereka. Sejak 1938, orang tuanya sudah menjual mie. Saat itu mie diproduksi sendiri dengan cara tradisional. Kenangan akan proses produksi yang demikian ini membuat Jenny tertantang mencari inovasi. Lahirlah mesin mie RB Noodle. Saat perkenalan mesin ini, pada ajang Jakarta Expo di Kemayoran, kedainya mampu menyediakan 4.000 porsi dalam semalam dengan hanya menggunakan 5 mesin saja. Sejak itu, mesin RB Noodle mulai dilirik oleh para pedagang mie dari seluruh nusantara, ungkapnya.  

Ia berharap, inovasi ini bisa diterima masyarakat lebih luas dan menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga Indonesia. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here