Demokrat Sapu Bersih, Investor Lemas
Demokrat Sapu Bersih, Investor Lemas

Eksposisinews – Sentimen investor global menjadi hambar menyusul kabar yang menyebutkan bahwa Demokrat berpeluang menguasai Amerika secara total dengan menguasai parlemen. Pada pilpres sebelumnya Demokrat juga berhasil mendongkel Trump dari Gedung Putih untuk membuka jalan bagi Joe Biden sebagai Presiden AS ke-46.

Kecemasan pasar bukan tanpa alasan karena banyak yang berspekulasi Joe Biden akan membalik mayoritas kebijakan Trump seperti menaikkan pajak, menaikkan upah minimum, memperketat pengawasan terhadap perusahaan teknologi major dimana semuanya dinilai tidak pro pengusaha.

Masih terlalu dini untuk mendeklarasikan kemenangan Demokrat namun selisih suara antara kandidat Demokrat dengan inkumben terpaut cukup jauh.

Dilatari kabar diatas indeks S&P 500 tergelincir 0,8%, Nasdaq turun 1,6%. Sektor yang mengalami pelemahan diantaranya perbankan, minyak, gas dan layanan kesehatan. Sementara sektor infrasturktur dan energi alternatif berpotensi meraup keuntungan.

Dari Asia, Nikkei dilaporkan melemah 0,4%, indeks acuan MSCI Asia-Pacific melemah 0,2%. Saham Shanghai CSI300 menguat 0,5% setelah NYSE memutuskan untuk mempertimbangkan kembali listing tiga raksasa telkom China.

Kabar baiknya sentimen negatif ini diperkirakan hanya sementara saja karena meski muncul isu-isu yang memberatkan industri namun ada faktor yang bisa mendongkrak sentimen pasar diantaranya stimulus ekonomi dan belanja infrastruktur.

Isu sapu bersih Demokrat turut mempengaruhi performa dolar, dimana euro menampar dolar dan bertengger diposisi $1,2328 sementara yen tembus level tertinggi terhadap usd pada level 102,595.

Dari sektor komoditas, emas spot kokoh di $1.948,20 per ounce. Harga minyak masih kuat setelah Arab Saudi menawarkan diri untuk memangkas produksi minyak. Minyak mentah AS diperdagangkan menguat pada $50,05 per barrel dan Brent Crude menguat menjadi $53,91.

Selain itu kabar penyanderaan kapal tanker Korsel oleh Iran ikut mendongkrak harga minyak. Tehran dituding sengaja menyandera kapal dan awaknya untuk menekan Korsel agar mencairkan dana sebesar $7 miliar yang dibekukan Amerika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here