Eksposisinews – Dolar diperdagangkan melemah pada Rabu setelah data menunjukkan perekonomian China mengalami deflasi sejak bulan lalu. Pasar memperkirakan pemerintah Tiongkok akan menggelontorkan kebijakan stimulus dimana langkah ini akan menggiring investor ke aset-aset berisiko.

Data inflasi China mengungkap harga konsumen nyaris tak bergerak di Juli, memastikan bahwa perekonomian China terhenti dan mungkin sudah jatuh ke dalam deflasi. Jika melihat kondisi ini, pelemahan dolar akan terbatas karena nantinya permintaan akan dolar akan kembali naik.

Pernyataan bernada dovish dari Presiden the Fed Philadelphia bahwa level suku bunga saat ini sudah lumayan tinggi. Jadi diperkirakan kebijakan suku bunga the Fed belum akan berubah ketika bertemu di September nanti.

Dari Eropa, euro diperdagangkan menguat 0,2% menjadi $1,0978, poundsterling melemah 0,1% menjadi $1,274. Bursa Eropa sempat menguat setelah kemarin anjlok akibat pemerintah Italia secara mengajutkan memberlakukan pajak tambahan sampai 40% terhadap perbankan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini