EksposisiNews – Chrisye bernyanyi untuk keabadian, sama seperti juga kata-kata dari sastrawan legendaris Pramudya Ananta Toer menulis untuk keabadian.

Chrisye sudah tiada, tapi karya-karya lagu yang dinyanyikannya tetap abadi.

Pasha Chrismansyah, anak bungsu mendiang Chrisye memberi sambutan sebelum memulai konser.

Chrisye ‘hadir’ di JCC Plenary Hall. Bukan di panggung tetapi di layar besar.

Penyanyi bertimbre vokal khas tersebut muncul mengenakan setelan jas potongan dada lebar tanpa dalaman serta rambut panjang tanggung tipis nan ikonis.

Mantan pencabik bass band Gipsy tersebut melantunkan lagu Semusim dengan iringan orkestra asuhan Erwin Gutawa di panggung pada gelaran peringatan hari jadi ke-30 JCC bertajuk Chrisye Live by Erwin Gutawa, Jumat (30/9/2022).

“Tempat ini penuh kenangan. Chrisye jadi musisi pertama Indonesia manggung di JCC tahun 1994. Tempat ini penuh kenangan,” kata Erwin Gutawa di sela pertunjukkan saat mengenang momentum mengerjakan musik bersama mendiang Chrisye.

Penampilan pembuka tersebut merupakan sambungan lagu dari Semusim nan begitu etnikal mengingatkan para penggemarnya dengan sentuhan kearifan lokal pada lagu Chrisye.

Disulam kemudian dengan entakan drum dan bass pada lagu Aku Cinta Dia nan membuat penonton tak hanya ramai berdendang tetapi juga bergoyang.

Apalagi belum habis reff kedua lagu barusan, masih juga disambung Nona Lisa seakan membawa para penggemarnya terkenang masa lalu dengan sound 1980-an.

Nuansa 80-an masih berlanjut ketika lagu Hip-Hip Hura merancak bikin seisi Plenary Hall JCC tak lagi malu-malu berajojing ria. Medley sajian pembuka tersebut lantas ditutup dengan lagu Anak Sekolah seolah mengajak paman-tante nan sedari tadi berdansa lepas di barisan depan mengerek mundur ke masa masih mengenakan seragam putih abu-abu.

Baik vokal Chrisye dan iringan musik tak satu kali pun bertabrakan atau delay padahal Erwin Gutawa memadukan suara berikut penampilan sang legenda nan terkenal dengan air muka datar tersebut dari rekaman video konser dari tahun 1994 hingga konser terakhir Chrisye pada tahun 2003 dengan penampilan langsung para musikusnya. “Memang belum banyak orang tahu saya dari tahun 1994 selalu jadi Music Director beliau, Chrisye,” kata Erwin Gutawa mengenang.

Setelah sajian pembuka, konser melanjut dengan penampilan Chrisye di layar besar dipadu aransemen musik Erwin Gutawa secara penuh lagu dari mulai Seperti Yang Kau Minta, Cintaku, Kisah Kasih di Sekolah, dan penampilan spesial dari Cantika Abigail membawakan lagu Sabda Alam dan Michael Herman Jakarimilena jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol dengan lagu Andai Aku Bisa lalu keduanya berduet lagu Angin Malam.

Di tengah pertunjukkan, ada potongan video di salah satu konsernya mengisahkan kali pertama Chrisye akhirnya semakin gandrung dengan musik lantaran gitar pemberian ayahnya. “Sekarang saya mau pakai gitar,” kata Chrisye kepada penoton lalu digenjrengnya berulang-ulang memberi nada pada lagu Kidung lalu disambung Gita Cinta dan Untukku.

Penonton lintas generasi terhanyut dengan lagu-lagu Chrisye meski ada beberapa lagu usianya lebih tua dari penonton tersebut nan hadir bersama ayah-ibunya dan pasangannya. Mulut mereka cuap-cuap melantukan lirik-lirik lagu andalan Chrisye tak henti-hentinya.

“Nari-nari sekarang ya. Nari-nari,” kata Erwin Gutawa kepada penonton terdengar sayup-sayup tanpa pelantang suara. Nada terompet berpadu synthesizer agak midi menggema menjadi awalan lagu Juwita. Penonton langsung bersorak dan menari-nari riang gembira, apalagi di panggung pemain bass, keytar, dan drum saling adu skill dan ditutup singkup dengan progresi nada rumit di akhir lagu.

Setelah lelah berdansa, penonton mulai rehat ditemani lagu Lilin Lilin Kecil gubahan James F Sundah pada Lomba Cipta Lagu Pelajar (LCLR). Penonton bersama-sama menyalakan lampu penerang di ponsel mereka sambil ramai-ramai berdendang. Setelahnya bersambut lagu Kisah Cintaku dan Kala Cinta Menggoda.

Dawi awal lagu hingga akhir tak hanya penonton gegap gempita bernyanyi, tetapi para pemain mini orkestra Erwin Gutawa, mulai dari pemain violin, keyboard, gitar dan cello, dan flute pun turut bernyanyi kecuali sedang memainkan alat musik hingga akhir lagu.

Lagu Pergilah Kasih menjadi pamungkas konser Chrisye Live by Erwin Gutawa.

Di layar, Chrisye mengubah lirik lagu di bagian akhir.

“Semoga kita jumpa lagi. Jumpa lagi. Berjumpa lagi,” ucap Chrisye memungkasi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here