Eksposisi News, Banyuwangi – Perdagangan di bursa Asia pada awal pekan ini, Senin (14/06/2021) nampaknya akan sedikit lenggang dengan datangnya liburan di China, Hong Kong, Macau dan Australia. Perdagangan di bursa saham diyakini hanya akan melanjutkan atau meniru pergerakan harga yang terjadi di Wall Street pada hari Jumat. Ekuitas dan Dolar AS sedikit lebih tinggi, juga harga minyak, sementara emas turun.

Pada akhir pekan kemarin, Dolar AS melakukan reli yang kuat, melibas semua mata uang utama. Langkah itu bahkan lebih aneh mengingat imbal hasil obligasi AS dengan jangka waktu lebih lama turun tipis karena tekanan pendek pasar obligasi berlanjut.

Ada beberapa pembicaraan seputar rotasi dari pasar Inggris dan Eropa setelah ECB memutuskan untuk tetap tidak mengubah kebijakan moneter dan suku bunganya, ditambah dengan desas-desus bahwa Inggris akan menunda rencana pembukaan kembali lockdown yang telah berjalan penuh selama sebulan.

Kedua sentimen tersebut memiliki kelebihan, tetapi penguatan Dolar AS secara luas memberikan dampak besar pada hasil perdagangan tersebut. Pasar telah menggantung topi, mantel, dan seluruh pakaian mereka di patok inflasi AS sementara, apa yang kini terlihat adalah pemerasan singkat yang bagus.

Sementara itu, pertemuan G-7 akhir pekan berlalu tanpa insiden, yang mengingat pasang surut empat tahun sebelumnya di bawah Presiden Trump, Presiden Biden akan menganggapnya sebagai kemenangan. Para pemimpin mendukung rencana pajak perusahaan global 15%, membuat keributan tentang perubahan iklim, menyumbangkan beberapa vaksin dan menuding China dan Rusia. Semua nampak telah kembali ke bisnis seperti biasa.

Fokus pasar dalam minggu ini akan tetap pada pertemuan FOMC AS, hasil terbaru yang akan muncul pada Kamis pagi waktu Asia. Sebagaimana perkiraan sebagian besar, diyakini tidak akan ada perubahan pada tingkat suku bunga Fed atau dalam bentuk nada bahasa. Meskipun inti inflasi AS berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir, namun The Fed yang sudah terlalu banyak berinvestasi dalam narasi inflasi hanya berkedip saja dengan pencapaian ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here