Bursa saham Asia

Bursa saham-saham Asia jatuh ke level terendah dalam 11 bulan pada hari Rabu (04/10/2023) setelah data ekonomi AS yang kuat mengirim imbal hasil Treasury ke level tertinggi baru, sementara kenaikan tajam yen membuat para pedagang berspekulasi bahwa pemerintah Jepang telah mengambil tindakan di pasar. Yen dalam perdagangan USD/JPY menembus level 150 per dolar sebelum tiba-tiba melonjak ke 147,3. Belum ada konfirmasi dari Tokyo, dan diplomat mata uang utama Jepang tidak memberikan komentar langsung mengenai langkah tersebut. Pasangan dolar/yen terakhir berada di 149,11.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4% ke level terendah sejak November, dimana bursa saham Kospi Korea Selatan kembali dari break dengan penurunan 1,8%. Indek Nikkei 225 Jepang turun 1,7% ke level terendah empat bulan.

Semalam, data lowongan pekerjaan di AS secara tak terduga meningkat, meningkat dengan jumlah terbesar dalam lebih dari dua tahun. Imbal hasil Treasury sepuluh tahun naik hampir selusin basis poin ke level tertinggi 16 tahun di 4,81% dan S&P 500 turun 1,4%.

Lonjakan lapangan kerja menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS melakukan pelonggaran lebih cepat dibandingkan yang tersirat dalam rilis data baru-baru ini, membenarkan pesan The Fed baru-baru ini bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Imbal hasil Treasury sepuluh tahun stabil di awal perdagangan pada hari Rabu dan naik sekitar 70 basis poin sejak awal September, sebuah langkah yang mengacaukan ekspektasi pasar terhadap puncak imbal hasil dan dolar AS.

Dolar AS sendiri bergerak ke level tertinggi 10 bulan terhadap euro dimana pasangan EUR/USD pada $1,0448 semalam dan level tertinggi dalam tujuh bulan pada sterling dalam perdagangan GBP/USD  seharga $1,20535. Dolar Selandia Baru dalam perdagangan NZD/USD turun 0,7% semalam dan terakhir di $0,5912 menjelang pertemuan bank sentral. Namun, sebagian besar fokusnya adalah pada pasangan USD/JPY, yang berada di bawah tekanan dari kesenjangan yang semakin besar antara kenaikan imbal hasil AS dan suku bunga Jepang. Harganya mundur hampir seketika setelah melonjak ke 150.165.

Ketajaman langkah tersebut menunjukkan adanya pengecekan suku bunga atau bahkan pembelian langsung dari otoritas Jepang, yang telah memperingatkan bahwa mereka dapat melakukan intervensi. Pelaku pasar akan mencermati apa yang dikatakan otoritas Jepang mengenai kenaikan yen yang cepat dan tajam semalam. Pergerakan semalam ke 150 dapat membuktikan resistensi yang kuat, yang mengatakan USD/JPY akan tetap bergantung pada imbal hasil AS.

Lonjakan imbal hasil juga membuat harga emas terpuruk dimana harga emas, yang jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan di $1.814 semalam dan membuat investor menjadi waspada dalam mengambil risiko pada saham dan aset pertumbuhan lainnya. Dengan tingginya tingkat bebas risiko, tidak terlalu menarik bagi masyarakat untuk mengalokasikan dana dari investasi jangka pendek yang berbentuk uang tunai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini