Bursa Saham Korea - KOSPI

Eksposisi News Bursa saham Korea Selatan mendapat tekanan dari sentiment domestik. Dalam laporan ekonomi terkini disebutkan bahwa rumah tangga Korea Selatan mencatat kenaikan hutang sebesar 4.4% menjadi 80 juta Won ($ 73.268). Laju kenaikan hutang ini seiring tingkat penghasilan yang masih rendah. Atas sentiment ini, Indek KOSPI mengalami tekanan dan berakhir dengan minus 0.18% dalam perdagangan Kamis (17/12/2020).

Meskipun mengalami sedikit tekanan namun secara keseluruhan perdagangan indeks saham Kospi nampaknya akan menutup tahun ini dengan catatan yang lebih baik, dan ini terlihat dari sinyal indikator teknikal yang masih mengindikasikan pergerakan positif.

Memasuki sesi perdagangan akhir pekan ini indeks saham Kospi berpotensi bergerak dalam range harga kisaran 361 – 368. Perlu diwaspadai potensi aksi ambil untung paska kenaikan saat ini. Banyak investor akan memanfaatkan momentul libur Natal dan Tahun Baru untuk membukukan keuntungan.

Bursa Saham Hong Kong Incar 26800

Bursa saham Hong Kong masih melanjutkan tren kenaikannya seiring kinerja saham-saham di sektor teknologi Cina yang masih bergerak dalam trend positif. Disisi lain, kenaikan juga terimbas dengan perkembangan positif langkah-langkah stimulus AS. Tercatat, indeks saham Hangseng masih naik menjelang perdagangan akhir pekan ini.

Secara teknis, sinyal kenaikan bursa saham Hong Kong masih akan berkelanjutan. Sinyal MACD dan sinyal RSI Oscilator telah menunjukkan dukungan bagi berlanjutnya kenaikan indeks saham Hangseng, serta ditambah dengan sinyal Alligator yang telah berpotongan keatas dan memberikan dukungan bagi trend bullish di pekan ini.

Memasuki perdagangan akhir pekan ini indeks saham Hangseng berpotensi menguji level resisten di kisaran 26900 dengan resistensi di antara 26789 – 26812, sementara level 26592 akan menjadi level support psikologis.

Sementara itu bursa saham Tokyo juga berhasil ditutup diwilayah positif. Indeks Nikkei sendiri mencatat kenaikan tipis 0.18% di tengah lesunya perdagangan, menyusul reaksi yang cukup beragam terhadap sejumlah event pasar seperti nada dovish Federal Reserve, ketidak pastian stimulus AS dan potensi Hard Brexit.

Secarat teknis, indeks Nikkei sendiri masih stabil di wilayah positif. Sinyal MACD sendiri masih memberikan indikasi pergerakan dalam kisaran sempit, tak heran bila perdagangan akan dibayangi aksi ambil untung. Dalam perdagangan bolak-balik, Nikkei bergerak antara 26725 – 26800. Terbosan diantara level tersebut mengkonfirmasi langkah perdagangan disisa akhir pekan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here