Eksposisi – Saham-saham di seantero Asia diperdagangkan bervariasi pada Jumat (23/8) jelang pidato Ketua the Fed Jerome Powell di Jackson Hole dan setelah data aktivitas pabrikan AS tidak sesuai harapan.

Krisis di Hong Kong dan isu Brexit turut mempengaruhi sentimen investor pada hari ini. Indeks acuan MSCI turun 0,1%, sementara Nikkei menguat 0,2%, saham Australia turun 0,1% dan saham Korsel tergelincir 0,3% akibat kian memburuknya hubungan dengan Jepang.

Hari ini investor cenderung “wait and see” dan berharap nada positif dari Powell.

Tadi malam, bursa Amerika juga ditutup bervarasi dimana S&P 500 terkoreksi tipis, Dow Jones menguat 0,2% sebaliknya Nasdaq tergelincir 0,4%.

Meski data sektor pabrikan tidak begitu bagus, tapi klaim tunjangan pengangguran menunjukkan bahwa pasar ketenagakerjaan cukup kuat.

Dari pasar mata uang, dolar tercatat berada di posisi $1,1078 terhadap euro. Poundsterling melonjak ke level tertinggi pada $1,2273 setelah pasar bereaksi terhadap komentar Kanselir Angela Merkel terkait penyelesaian masalah perbatasan Irlandia yang bisa dilakukan sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober nanti.

Sebaliknya, yuan masih melemah terhadap dolar dan mulai sentuh level terendah baru ditengah-tengah kecemasan akan memburuknya perang dagang dengan AS. Yuan dikutip pada 7,0875 per dolar.

Dari pasar komoditas, minyak mentah Brent Crude dan West Texas masing-masing jatuh 0,6%. Emas juga turun 0,2% di level $1.496,00 per ounce.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here