Sha Ine Febriyanti dalam film Budi Pekerti, akan tayang tahun ini. (Rekata Studio dan Kaninga Pictures)

Eksposisi, Jakarta – Setelah melewati proses syuting dan pasca produksi sejak akhir tahun lalu, film Budi Pekerti akhirnya merilis foto-foto perdana yang memperlihatkan empat karakter utamanya dalam berbagai adegan dan latar. Para karakter utama Budi Pekerti ini diperankan oleh Sha Ine Febriyanti (Bumi Manusia, Nay), Angga Yunanda (Mencuri Raden Saleh, Mariposa), Prilly Latuconsina (Kukira Kau Rumah, Ketika Berhenti di Sini), dan Dwi Sasono (Jailangkung: Sandekala, Pretty Boys).

Duduk di kursi sutradara sekaligus penulis skenario adalah Wregas Bhanuteja, sineas yang sebelumnya membuat Penyalin Cahaya—film pemenang 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Keempat karakter tersebut merupakan anggota dari sebuah keluarga yang akrab, tapi sebenarnya menyimpan kecemasan.

Film Budi Pekerti sendiri akan tayang di tahun ini. Diproduksi oleh Rekata Studio dan Kaninga Pictures. Film ini lahir dari kolaborasi para produsernya, yakni Adi Ekatama, Willawati, Ridla An-Nuur, dan Nurita Anandia. Selain Rekata Studio dan Kaninga Pictures, produksi film Budi Pekerti juga didukung oleh KG Media, Masih Belajar Project, Hwallywood Academy of Media & Arts Singapore, dan Momo Film.

KG Media adalah grup usaha dari Kompas Gramedia. Masih Belajar Project sendiri merupakan organisasi yang menggelorakan semangat pembelajar seumur hidup lewat penulisan buku, mentoring, beasiswa, dan medium kreatif lainnya. Adapun Momo Film adalah perusahaan film dan TV asal Singapura yang fokus memproduksi cerita-cerita drama autentik dari Asia dengan kualitas tinggi untuk audiens dunia.

Rekata Studio merupakan anak perusahaan Kompas Gramedia Group yang bertugas untuk mengembangkan konten-konten Intellectual Property (IP) milik Kompas Gramedia Group. Salah satunya adalah film pendek pemenang Piala Citra FFI 2021, “Tak Ada yang Gila di Kota Ini”, yang diadaptasi dari cerpen Eka Kurniawan dalam buku Cinta Tak Ada Mati terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Rekata juga memproduksi “Penyalin Cahaya” yang world premiere di Busan International Film Festival dan berjaya di Piala Citra FFI 2021. Film “Penyalin Cahaya” ditayangkan perdana oleh Netflix ke seluruh dunia dan berhasil masuk dalam daftar Netflix’s Global Top 10 selama tiga minggu berturut- turut sejak dirilis pada 13 Januari 2022.

Kaninga Pictures adalah perusahaan film berbasis di Jakarta yang dibentuk tahun 2015 dengan lini bisnis di bidang pendanaan film, produksi, serta pemasaran dan distribusi. Kaninga Pictures mengutamakan kisah-kisah menarik yang diceritakan secara unik di berbagai genre, seperti “Bid’ah Cinta”, “Night Bus”, “Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak”, “Laut”, “The East”, “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas”, “The East”, hingga “Penyalin Cahaya”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini