EksposisiNews, Jakarta – Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Demikan peribahasa yang tepat untuk menggambarkan Velline Chu saat mendapat tawaran untuk main film produksi institusi Badan Narkotika Nasional (BNN). Karena dengan demikian dapat melebarkan sayap kreatifitasnya dalam dunia perfilman, sekaligus juga ia dapat turut mengedukasi masyarakat tentang bahaya peredaran dan penggunaan narkoba yang menghancurkan masa depan bangsa.  

Velline sangat prihatin dengan permasalahan peredaran dan penggunaan narkoba sekarang yang sudah sampai pada tingkat sangat mengkhawatirkan. Apalagi korbannya sudah menyentuh semua lapisan masyarakat. Mulai dari kelas bawah dan bahkan sampai elite politik, bagaikan tak luput dari sasaran para bandar maupun pengedar narkoba.

Bintangi Film Produksi BNN, Velline Chu Edukasi Masyarakat Bahaya Narkoba 1

“Makanya, pas diminta jadi bintang film penyuluhan anti narkoba oleh institusi BNN, aku langsung mau banget,” kata Velline kepada wartawan, Rabu (30/12/2020).

Bintangi Film Produksi BNN, Velline Chu Edukasi Masyarakat Bahaya Narkoba 2

Lebih lanjut, artis cantik dan seksi asli kelahiran Brebes menerangkan perannya dalam film penyuluhan anti narkoba arahan sutradara muda Ferian Hilman. “Aku mendapat peran utama sebagai seorang wanita yang menjadi korban gara-gara penyalahgunaan narkoba,” terang pelantun tembang dangdut ‘Ratu Begal‘ dan ‘Ngopi Say’ tersebut.

Bintangi Film Produksi BNN, Velline Chu Edukasi Masyarakat Bahaya Narkoba 3

Menurut Velline Chu, penyalahgunaan narkoba sering ditemukan di kalangan remaja hingga masyarakat usia dewasa. “Mereka menggunakan narkoba dengan berbagai alasan yang tentu tidak dibenarkan, “ tutur penyanyi yang juga dikenal sebagai DJ itu..

Bintangi Film Produksi BNN, Velline Chu Edukasi Masyarakat Bahaya Narkoba 4

Velline berharap film yang dibintangi tersebut dapat bermanfaat atau efektif sebagai tuntunan agar kalangan generasi muda bisa terhindar dari bahaya narkoba.

“Yang jelas, narkoba itu dapat merusak masa depan. Makanya, siapa pun jangan coba-coba menyentuh, apalagi sampai berani atau nekad mengkonsumsinya. Sebab, bagi para pemakai yang menjadikan sebagai gaya hidup, jelas salah kaprah. Ancamannya bisa dipenjara,” pungkas Velline Chu, sumrngah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here