EKSPOSISINEWS –  Realmme telah dinobatkan sebagai “World’s Fastest Growing Smartphone Brand” oleh lembaga riset ternama Counterpoint untuk periode kuartal ketiga tahun 2020. Dalam laporan tersebut realme tercatat telah berhasil mengapalkan 14,8 juta unit smartphone dalam periode tersebut. Pencapaian ini menjadikannya pengisi posisi 7, di mana posisi 6 lainnya secara berurutan diisi oleh pemain yang sudah lebih lama dulu berkecimpung, seperti Vivo, Oppo, Apple, Xiaomi, Huawei, dan Samsung. Jadi jika dicari perbandingannya, bisa dikatakan pencapaian realme dalam mengapalkan 50 juta unit smartphone dalam sembilan kuartal menyamakan prestasi yang sama yang dilakukan Apple dalam waktu empat tahun.

Meski cepat bukan berati realme bisa mendapatkan pencapaian ini dengan santai. Ungkapan “usaha tidak membohongi hasil” mungkin menjadi kalimat yang tepat untuk menggambarkan usaha yang dijalankan sekelompok orang dari Tiongkok dengan misi besarnya kepada dunia.

Pada bulan April tahun 2018, Sky Li, CEO realme, mengatakan bahwa ia menemukan banyak pilihan smartphone yang ditawarkan di pasar, tidak hanya di pasar lokal Tiongkok tapi juga ditemukan kondisi yang sama saat Li bepergian ke berbagai negara. Namun tanggapan yang ia dapat dari pasar-pasar tersebut adalah masih banyak pengguna anak muda di tiap negara yang mengatakan mereka tidak puas saat membeli smartphone. Umumnya kelompok ini melakukan pembelian secara daring  demi mendapatkan harga lebih murah, tapi saat menggunakan smartphone yang mereka beli, para penggunanya tidak merasa puas karena memiliki kualitas dan performa yang kurang baik.

Dari sini lah Li melihat potensi besar di celah pasar smartphone yang sudah padat. Li kemudian mengambil filosofi performa terdepan dengan desain yang trendi saat membuat realme. Ia juga menambahkan harga yang diberikan haruslah pantas karena produk-produk mereka nantinya akan ditargetkan ke pasar anak muda. Suatu tantangan besar yang harus dihadapi.

Berpikir berani dan bertindak cepat merupakan bagian dari karakter Sky Li. Dengan segera, tim pendiri realme dibentuk dengan hanya 10 orang dalam tim. Melalui usaha yang efektif, realme langsung ada di pasaran setelah 30 hari persiapan saja.

Smartphone realme 1 kemudian langsung meluncur untuk pasar India pada Mei 2018 dan tidak butuh lama mendulang popularitas berkat performa dan tampilan yang menarik. Bahkan di pasar ini realme dengan cepat menduduki posisi kedua dalam kategori penjualan bulanan di online smartphone marketplace India.

Ketika berbicara mengenai langkah pertama realme dalam pengembangan global, Sky Li masih mengingat setiap detailnya dengan baik. Dimulai  bulan Oktober 2018, hanya ada 8 orang di tim realme untuk mengembangkan pasar 8 negara di Asia Tenggara. Setiap pasar harus dimulai dari awal, dimulai dari menemukan jalan untuk pemasaran, penjualan, hingga mengatur acara peluncuran. Dengan kata lain, satu orang harus bekerja sebagai satu tim.

Josef, selaku Managing Director realme Timur Tengah dan Afrika, mengatakan peluncuran pertama di Indonesia diselenggarakan pada 9 Oktober 2018, ketika hanya ada 4 orang dalam tim. Sebagai pembicara utama untuk peluncuran tersebut, dia juga bertanggung jawab atas pengaturan dan pelaksanaan acara peluncuran. Josef mengenang, “Saya sangat gugup sebelum presentasi, bukan karena demam panggung, tetapi karena saya harus tetap memperhatikan berbagai hal untuk melihat apakah semuanya berjalan dengan baik.” Usai presentasi dan pengumuman harga, keriuhan penonton pun terjadi. “Sepertinya berhasil!,” kata Josef saat itu.

Saat memasuki pasar Indonesia, realme melihat ada dua hal yang diperhatikan oleh pasar lokal saat berbicara mengenai sebuah produk smartphone. Pertama adalah dari keunggulan produk. Pasar smartphone Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis, atau sederhananya menyukai segala hal baru dan lebih baik dari sebelumnya baik dari segi desain maupun spesifikasi. Kedua adalah tidak lepas dari banderol harga terbaik. Poin-poin ini yang kemudian dijadikan dasar realme dalam menyiapkan senjatanya.

Smartphone realme 2 hadir ke Indonesia sebagai sebuah merek yang hijau tapi berani bersaing dengan nama-nama besar yang telah hadir jauh lebih lama, melalui spesifikasi smartphone yang tergolong tinggi di segmennya juga kualitas yang menyertai. Dalam kesempatan yang sama realme turut memboyong dua smartphone lainnya yaitu realme 2 Pro dan realme C1 yang masing-masing mengisi ceruk pasar di atas dan di bawah dari realme 2.

Kombinasi dua poin yang memikat pasar Indonesia kemudian membawa realme ke sebuah kesuksesan, dibuktikan dalam perhelatan tahunan festival belanja 11.11. Di mana sebagai merek smartphone belum genap satu tahun, realme berhasil menyabet gelar nomor satu dalam kategori volume penjualan daring di Lazada.

Seiring berjalannya waktu dan konsistensi dalam meluncurkan beragam produk, pada Agustus 2020 realme telah masuk ke 61 pasar di dunia, yang mencakup lima benua dan menjadi pengisi posisi 5 teratas di 13 pasar smartphone. Pada November 2020, realme menjadi merek tercepat di dunia yang mengirimkan 50 juta hanya dalam sembilan kuartal dan berada di urutan ke 7 dalam pengiriman smartphone global. realme menjadi merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat secara global.

realme juga satu-satunya merek smartphone yang mempertahankan tingkat pertumbuhan. Selama dua kuartal berturut-turut pada tahun 2020, realme adalah satu-satunya merek ponsel pintar di dunia yang mempertahankan angka dua digit yang kuat, di mana menggambarkan masa depan realme.

Menurut penelitian terbaru Counterpoint, dengan kemampuan untuk secara efisien menghadirkan teknologi dan fitur mutakhir ke segmen smartphone terjangkau, serta strategi pemasaran yang “keren” untuk memengaruhi segmen konsumen sasarannya, realme telah berhasil membedakan proposisi nilainya dalam persaingan pasar yang ketat.

Masih berdasarkan laporan penelitian yang sama, di kawasan Asia Tenggara, realme tumbuh sebesar 196% YoY dan 47% QoQ. Menunjukkan kepemimpinan yang nyata di negara-negara utama termasuk Filipina, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, bahkan memperkuat posisinya di daftar 5 merek smartphone teratas di kawasan-kawasan tersebut.

Sebagai brand yang kerap melakukan lompatan ke depan, realme berkomitmen untuk menyediakan para penggunanya akses paling awal ke teknologi yang akan menjadi tren terbaru. Ambil contoh realme XT merupakan smartphone pertama di dunia dengan kamera 64 megapiksel.

realme juga menjadi brand pemopuler. Dalam hal teknologi pengisian daya, realme menjadi brand yang berani membawa kapasitas 20W pada tahap awal mereka berdiri, ke 30W, hingga 65W yang kini mulai menjadi standar di jajaran smartphone realme. Di mana fitur serupa hanya bisa ditemukan di smartphone kompetitor yang dibanderol dengan harga lebih tinggi.

Secara paralel kini realme juga sedang menjalankan misinya sebagai pemopuler AIoT. Hanya dalam beberapa bulan saja, realme dengan cepat menginjakkan kaki di pasar smart TV, perangkat wearable, audio, dan bentuk lainnya. realme mengedepankan strategi 1 + 4 + N.  Strategi yang terlihat memiliki dampak positif dengan bukti realme TV dan realme Buds menjadi best seller di sejumlah pasar.

Dengan memberdayakan kaum muda dan mendorong mereka untuk menjadi berani, Sky Li bekerja dengan kaum muda dan mendalami kebiasaan mereka agar bisa lebih baik lagi dalam menyediakan perangkat yang sesuai. Memimpin tim muda dengan usia rata-rata kurang dari 30 tahun, realme menjadi brand yang memiliki kekuatan unik yang patut diperhitungkan di pasar global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here