25 C
Jakarta
Selasa, 4 Oktober 2022
advertisement
blog

Disbud Kota Yogyakarta Gelar Musikal Hanacaraka Bersama Garin Nugroho

Muskal Hanacaraka Sutradara Garin Nugroho

EksposisiNews, Yogyakarta – Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar Musikal Hancaraka. Ini merupakan perhelatan yang dibuat untuk mengimplementasikan kegiatan festival sastra dalam rangka pembinaan dan pengembangan bahasa dan sasta di Yogyakarta pada 2021.

Perbankan Amerika Cukup Sehat Lawan Resesi

Perbankan AS Cukup Sehat Lawan Resesi

Eksposisinews – Hasil stress test the Fed menunjukkan bank-bank besar Amerika Serikat masih mampu menahan gempuran resesi global setelah sebelumnya otoritas keuangan tertinggi di AS tersebut mengeluarkan kebijakan temporal untuk membatasi pembayaran dividen dan pembelian kembali saham-saham perbankan besar yang rencananya berakhir pada 30 Juni nanti.

Stress test yang dilakukan terhadap 23 perbankan yang dianggap besar, meliputi Bank of America, JP Morgan Chase, Citibank dan lain-lain dinilai sanggup menyerap jumlah kerugian kumulatif hingga $474 miliar di tengah-tengah resesi global dan memuncaknya tingkat pengangguran AS sebesar 10,75%.

Untuk menangkal efek dari pandemi Covid-19, the Fed membatasi jumlah pembayaran bonus atau payout perbankan untuk mempertahankan kewajaran modal.

Menurut Randal Quarles, Ketua the Fed bagian pengawasan, ini bukan kali pertama the Fed melaksanakan stress test, total ada 3 kali percobaan yang dilangsungkan sejak tahun lalu menggunakan skenario resesi yang berbeda dan semuanya menyatakan sistem perbankan cukup kuat untuk menopang pemulihan ekonomi.

Salah satu alasan sehatnya perbankan AS berkat dukungan dari the Fed dan Kongres. Dukungan pemerintah memungkinkan perbankan mengumpulkan modal di tahun 2020 karena ketika stress test dilakukan tahun lalu tanpa sokongan kedua institusi tersebut, bank kekurangan modal tapi tidak sampai ke tingkat yang dapat memicu ketidakstabilan keuangan.

Stress test sendiri dilakukan dengan cara memberi hantaman keras kepada perbankan untuk melihat apa yang terjadi kepada modal mereka. Hasil simulasi tersebut dapat memberi gambaran yang jelas tentang kondisi sektor perbankan dan memberi data kepada the Fed dalam menentukan kebijakan moneter khususnya terhadap sektor perbankan.

Investor Ambil Untung Jelang Pergantian Tahun

Investor Ambil Untung Jelang Pergantian Tahun
Investor Ambil Untung Jelang Pergantian Tahun

Eksposisinews – Bursa Asia diperdagangkan kembali melemah setelah investor diduga melakukan aksi ambil untung jelang pergantian tahun.

Diperkirakan aksi-aksi serupa masih akan terjadi mengingat begitu banyak spekulasi yang beredar di pasar. Dari Amerika dilaporkan, voting senat terkait dengan pencairan dana stimulus tertunda.

Pasar cukup optimis akan kondisi perekonomian global setelah beberapa negara mulai mengkampanyekan imunisasi Covid-19 dan bantuan stimulus Amerika Serikat untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Bursa Australia dilaporkan melemah 0,79%, Nikkei Jepang melemah 0,03%. Indeks Hang Seng menguat 0,11%. Bursa AS tadi malam juga melemah karena belum ada kepastian stimulus.

Untuk beberapa bulan ke depan, dolar diperkirakan akan melemah karena pemulihan ekonomi yang terjadi tahun depan akan memicu investor berhenti mengejar aset-aset aman seperti dolar dan memilih ambil risiko untuk meraih profit. Dolar melemah terhadap mata uang major sampai 0,29% dan dolar index berada pada level 89,982.

Dari pasar mata uang, euro dilaporkan stabil di $1,2255 setelah sebelumnya sempat memuncaki level $1,2275. Aussie bergerak flat diangka $0,7609, sterling diperdagangkan di $1,3500. Yen terkoreksi pada level 103,55.

Seiring melemahnya dolar, emas kembali bersinar dan kokoh dilevel $1,877,11 per ounce. Minyak West Texas diperdagangkan menguat pada level $48,11 per barrel karena muncul spekulasi paket simulus Covid-19 akan menaikkan permintaan akan minyak mentah dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

John De Rantau Klarifikasi Dukung Yanti Puspitasari

EksposisiNews – Setelah beberapa waktu yang lalu Yanti Puspitasari memberikan klarifikasi, John De Rantau kini memberikan klarifikasi yang mendukung dan memperkuat pernyataan bahwa suami-istri itu telah menjadi korban hacker. Kemudian, isi medsos mereka berdua yang terkena hacker itu dikutip mentah-mentah oleh beberapa media online tanpa izin maupun cek dan ricek kenyataan sebenarnya dengan berita keretakan hubungan keduanya.

Klarifikasi ini juga semakin mempertegas bahwa keadaan rumah tangga Yanti Puspitasari dengan John De Rantau sedang baik-baik saja. Tidak ada masalah apa-apa. Bahkan, mereka berdua menyatakan diri sedang harmonis-harmonisnya.

“Saya John De Rantau suami dari Yanti Puspitasari, penulis skenario, mengklarifikasi dari kasus yang beredar kemarin ketika ada pemberitaan yang ditampilkan oleh beberapa media  yang kemudian membuat gaduh suasana tentang rumah tangga saya dengan Yanti seakan-akan sedang terjadi keretakan rumah tangga yang parah, “ kata John De Rantau ditemani Yanti Puspitasari, memberikan klarifikasi kepada wartawan di Respati, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2022) malam.

Padahal, kata John, rumah tangganya baik-baik saja, tidak ada masalah. “Semua berita miring itu terjadi karena ada oknum wartawan yang menuliskan berdasarkan medsos saya yang sedang dihack seseorang yang tidak bertanggung jawab, “ beber pria lulusan Institut Kesenian Jakarta ini.

Lebih lanjut, lelaki kelahiran 2 Januari 1970 itu menerangkan, ia sampai kemudian tidak bisa melihat medsosnya sendiri, baik instagram, facebook dan WhatsApp. “Di dalam pemberitaan itu, di postingan atas nama saya sendiri, awalnya sudah saya garisbawahi bahwa medsos saya sedang dihack oleh seseorang, “ terang sutradara yang film layar lebar pertamanya, Mencari Madonna, skenarionya ditulisnya dengan Garin Nugroho..

Menurut John, besoknya pemberitaan screenshoot berita-berita yang tidak bertanggung jawab. “Masak saya sendiri mau memposting segala transkipsi dari pembicaraan di WhatsApp dengan istri saya. Semua itu tidak benar, “ tegas John.

John menyampaikan, bahwa istrinya sampai stres dan mengadu kepada dirinya. Kemudian, mengirimkan surat teguran kepada beberapa media yang tidak bertanggung jawab itu. Ada enam media online, yakni 1news.com, Indonesiatoday.co.id, Nusantaratv.com, Matamata.com, MSN.com dan Suara.com.

“Semua surat sudah dilayangkan oleh istri saya lewat email-nya mereka. Karena mereka menuliskan berita yang tidak bertanggung jawab sama sekali. Karena mereka menuliskan berita yang merugikan saya dan istri saya, yang kemudian membuat kegaduhan, baik keluarga dan masyarakat pada umumnya, “ ujar peraih penghargaan Skenario Adaptasi Terbaik di Festival Film Indonesia Tahun 2006, dengan film ‘Denias, Senandung di Atas Awan’.

Sangat tidak lucu, kata John, ketika seseorang menuliskan berita hanya melihat medsos, dan tidak menelpon atau mengklarifikasi kepada orang yang bersangkutan sehingga beritanya menjadi syah dan valid secara kode etik jurnalistik. “Kode etik jurnalistik ini yang tidak ada sehingga membuat mereka menuliskan berita itu, “ katanya.

John menyebut ada beberapa media yang sudah menanggapi dan sudah menyatakan permintaan maaf secara tertulis, di antaranya matamata.com. Sedangkan. yang lain belum memberikan jawaban, tapi sudah beberapa yang tersambung, mungkin karena belum bertemu dengan redaksinya. “Mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan baik, “ ucapnya penuh harap.

John mengaris bawahi dengan ketegasan, bahwa semua yang dilakukan oleh hacker yang bertanggung jawab atau oknum yang tidak bertanggung jawab ini, semuanya bukanlah pekerjaan atau perbuatan dari istrinya, Yanti.

“Dia sendiri tidak menyangka, karena dia tidur dan ketika bangun pagi, dia melihat berita tersebut, yang membuat dia terkejut, kemudian dia menghubungi saya dan menyatakan itu tidak benar adanya, bahwa itu bukan perbuatannya, “ ujarnya.

Itu sama sekali di luar logika, kata John, bahwa istrinya yang melakukan itu semua. Karena dia tidak memegang medsosnya, dan ia juga tidak memegang medsos saya, yang kebetulan mungkin ada seseorang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi itu untuk kepentingan apa, ia tidak tahu.

“Disini saya mengklarifikasi itu bukan perbuatan dari istri saya, yang sampai saat ini kami masih sehat wal afiat, masih rukun, tidak ada masalah keluarga yang seperti diberitakan dan semua baik-baik saja, “ tegas John.

John memohon secepatnya kepada media yang menuliskan berita yang tidak bertangung jawab itu untuk kemudian mentake down, sampai seminggu waktu yang ditetapkan. “sehingga tidak terjadi lagi somasi terhadap media itu karena itu perbuatan yang menurut Undang-Undang adalah pencemaran nama baik dan fitnah, “ katanya.

Seandainya, kata John, dalam seminggu, mereka tidak men-take down, tentunya ia akan menempuh jalur hukum dan kita akan mengikuti prosedur yang benar bahwa telah terjadi sebuah perbuatan yang tidak baik yang dilakukan oleh media yang beritanya tentu sudah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan mungkin sampai internasional karena ada berita yang ditranslate ke bahasa Belanda. “Saya tidak tahu jalur media ini karena jaringan membuat beritanya bisa tersebar ke mana saja. Itulah dahsyatnya zaman sekarang, dunia sangat dekat, yang di ujung bumi manapun tahu apa yang kita lakukan, “ Johm menyayamgkan.

Buat John, hal ini sesuatu hal yang lucu, dan suatu hal yang tidak berkenan, artinya kalaupun terjadi pertengkaran dalam rumah tangganya, itu kan bukan konsumsi publik, itu masih di ranah pribadi saya, dan di ranah keluarga. “bukan untuk diumbar ke publik, yang efeknya adalah kita menjadi tidak baik satu sama lain, bukannya membuat makin lebih baik, malah makin merusak yang ada, “ katanya.

John menyampaikan pelajaran berharga buat semua teman-teman wartawan, belajarlah untuk lebih bijaksana menuliskan berita, memilah berita, tolong, sebelum menulis berita berhubungan dengan nara sumbernya, sehingga tidak terjadi simpang siur dan fitnah, dan katanya-katanya, tapi ada nara sumber yang bisa dipertanggung jawabkan bahwa keluar dari mulutnya langsung bahwa itu adalah bersumber dari dia yang tidak terpotong.

“Kalaupun juga ada hacker yang kemudian memotong-motong bahan berita untuk kepentingannya, saya tidak tahu, itu akan menjadi simpang siur dan fitnah karena belum tentu pernyataannya seperti yang mereka asumsikan, “ pungkas John De Rantau tegas.***

Medsos Kena Hacker, Yanti Protes 6 Media Beritakan Keretakan Rumah Tangga

EksposisiNews – Yanti Puspitasari Odank protes pada beberapa media online yang telah memberitakan dirinya sedang mengalami keretakan hubungan rumah tangga dengan John De Rantau.

Pasalnya, apa yang diberitakan telah mengutip dari medsosnya yang sedang kena hacker.

Ia pun menegur beberapa media online untuk segera men-take down beritanya.

Jika dalam seminggu tidak merespon, ia bersama suaminya akan segera mensomasi dengan menempuh jalur hukum.

“Saya mau konfirmasi tentang postingan berita yang ada di beberapa media online, tentang rumah tangga saya dengan John De Rantau sedang mengalami keretakan karena pernyataan itu bukan dari saya, “ kata Yanti Puspitasari Odank kepada wartawan, Sabtu (1/10/2022).

Lebih lanjut, penulis cantik dan cerdas yang banyak melahirkan berbagai sinetron yang seru dan bermutu itu menerangkan bahwa sepertinya postingan berita itu mengambil dari medsosnya, baik itu instagram maupun facebook.

“Yang kebetulan pada saat itu memang medsos kami sedang kena hacker, ““ terang penulis sinetron ‘7 Manusia Harimau’.

Yanti menyampaikan ia juga ingin memberitahu pada beberapa media online yang sudah memposting berita untuk segera di-take down beritanya.

“karena saya memang tidak mengadakan sebuah wawancara atau tidak bertanya tentang apapun kepada saya, “ bebernya.

Yanti mengaku dirinya sungguh sangat terkejut karena berita itu sangat merugikan dirinya dan itu berita bohong.

“Karena saya dengan John De Rantau, suami saya, baik-baik saja rumah tangga kami, bahkan kami sedang harmonis-harmonisnya. Itu bukan hasil dari wawancara kami atau apa yang terjadi dengan rumah tangga kami, “ paparnya.

Menurut Yanti, postingan itu dilakukan hacker yang ingin mencemarkan nama baik dirinya atau mungkin ingin mengambil keuntungan dari hubungan dengan suaminya.

“Buat keluarga kami, teman-teman kami, sahabat-sahabat kami, klien-klien kami atau apapun. Saya mohon maaf atas kehebohan itu dan sungguh itu tidak terjadi dengan rumah tangga kami dan postingan itu tidak bersumber dari saya. Tidak ada sama sekali, “ ungkapnya penuh harap.

Yanti sudah menyampaikan teguran kepada media online melalui email maupun telpon langsung, tapi sampai sekarang belum ada respon.

Keenam media online-nya, yakni 1news.com, Indonesiatoday.co.id, Nusantaratv.com, Matamata.com, MSN.com dan Suara.com.

“Saya minta keenam media tersebut untuk segera mentake down beritanya, “ pintanya.

Kalau dalam waktu seminggu, terhitung mulai 1 Oktober 2022, kata Yanti, ia dan suaminya akan segera mensomasi keenam media tersebut dengan menempuh jalur hukum.

“Kami minta tanggung jawab karena itu tidak terjadi, suami saya adalah lelaki baik-baik saja dan sangat bertanggung jawab, “ ucap Yanti mantap.

Yanti menyampaikan, bahwa John de Rantau, suaminya sedang sibuk editing film dan dirinya juga sedang sibuk menulis skenario.

“Kami berdua sama-sama tidak membuka medsos jadi jelas sekali kalau postingan berita bukan dari kami berdua, “ pungkas Yanti tegas.***

Chrisye Live by Erwin Gutawa, Chrisye Bernyanyi untuk Keabadian

EksposisiNews – Chrisye bernyanyi untuk keabadian, sama seperti juga kata-kata dari sastrawan legendaris Pramudya Ananta Toer menulis untuk keabadian.

Chrisye sudah tiada, tapi karya-karya lagu yang dinyanyikannya tetap abadi.

Pasha Chrismansyah, anak bungsu mendiang Chrisye memberi sambutan sebelum memulai konser.

Chrisye ‘hadir’ di JCC Plenary Hall. Bukan di panggung tetapi di layar besar.

Penyanyi bertimbre vokal khas tersebut muncul mengenakan setelan jas potongan dada lebar tanpa dalaman serta rambut panjang tanggung tipis nan ikonis.

Mantan pencabik bass band Gipsy tersebut melantunkan lagu Semusim dengan iringan orkestra asuhan Erwin Gutawa di panggung pada gelaran peringatan hari jadi ke-30 JCC bertajuk Chrisye Live by Erwin Gutawa, Jumat (30/9/2022).

“Tempat ini penuh kenangan. Chrisye jadi musisi pertama Indonesia manggung di JCC tahun 1994. Tempat ini penuh kenangan,” kata Erwin Gutawa di sela pertunjukkan saat mengenang momentum mengerjakan musik bersama mendiang Chrisye.

Penampilan pembuka tersebut merupakan sambungan lagu dari Semusim nan begitu etnikal mengingatkan para penggemarnya dengan sentuhan kearifan lokal pada lagu Chrisye.

Disulam kemudian dengan entakan drum dan bass pada lagu Aku Cinta Dia nan membuat penonton tak hanya ramai berdendang tetapi juga bergoyang.

Apalagi belum habis reff kedua lagu barusan, masih juga disambung Nona Lisa seakan membawa para penggemarnya terkenang masa lalu dengan sound 1980-an.

Nuansa 80-an masih berlanjut ketika lagu Hip-Hip Hura merancak bikin seisi Plenary Hall JCC tak lagi malu-malu berajojing ria. Medley sajian pembuka tersebut lantas ditutup dengan lagu Anak Sekolah seolah mengajak paman-tante nan sedari tadi berdansa lepas di barisan depan mengerek mundur ke masa masih mengenakan seragam putih abu-abu.

Baik vokal Chrisye dan iringan musik tak satu kali pun bertabrakan atau delay padahal Erwin Gutawa memadukan suara berikut penampilan sang legenda nan terkenal dengan air muka datar tersebut dari rekaman video konser dari tahun 1994 hingga konser terakhir Chrisye pada tahun 2003 dengan penampilan langsung para musikusnya. “Memang belum banyak orang tahu saya dari tahun 1994 selalu jadi Music Director beliau, Chrisye,” kata Erwin Gutawa mengenang.

Setelah sajian pembuka, konser melanjut dengan penampilan Chrisye di layar besar dipadu aransemen musik Erwin Gutawa secara penuh lagu dari mulai Seperti Yang Kau Minta, Cintaku, Kisah Kasih di Sekolah, dan penampilan spesial dari Cantika Abigail membawakan lagu Sabda Alam dan Michael Herman Jakarimilena jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol dengan lagu Andai Aku Bisa lalu keduanya berduet lagu Angin Malam.

Di tengah pertunjukkan, ada potongan video di salah satu konsernya mengisahkan kali pertama Chrisye akhirnya semakin gandrung dengan musik lantaran gitar pemberian ayahnya. “Sekarang saya mau pakai gitar,” kata Chrisye kepada penoton lalu digenjrengnya berulang-ulang memberi nada pada lagu Kidung lalu disambung Gita Cinta dan Untukku.

Penonton lintas generasi terhanyut dengan lagu-lagu Chrisye meski ada beberapa lagu usianya lebih tua dari penonton tersebut nan hadir bersama ayah-ibunya dan pasangannya. Mulut mereka cuap-cuap melantukan lirik-lirik lagu andalan Chrisye tak henti-hentinya.

“Nari-nari sekarang ya. Nari-nari,” kata Erwin Gutawa kepada penonton terdengar sayup-sayup tanpa pelantang suara. Nada terompet berpadu synthesizer agak midi menggema menjadi awalan lagu Juwita. Penonton langsung bersorak dan menari-nari riang gembira, apalagi di panggung pemain bass, keytar, dan drum saling adu skill dan ditutup singkup dengan progresi nada rumit di akhir lagu.

Setelah lelah berdansa, penonton mulai rehat ditemani lagu Lilin Lilin Kecil gubahan James F Sundah pada Lomba Cipta Lagu Pelajar (LCLR). Penonton bersama-sama menyalakan lampu penerang di ponsel mereka sambil ramai-ramai berdendang. Setelahnya bersambut lagu Kisah Cintaku dan Kala Cinta Menggoda.

Dawi awal lagu hingga akhir tak hanya penonton gegap gempita bernyanyi, tetapi para pemain mini orkestra Erwin Gutawa, mulai dari pemain violin, keyboard, gitar dan cello, dan flute pun turut bernyanyi kecuali sedang memainkan alat musik hingga akhir lagu.

Lagu Pergilah Kasih menjadi pamungkas konser Chrisye Live by Erwin Gutawa.

Di layar, Chrisye mengubah lirik lagu di bagian akhir.

“Semoga kita jumpa lagi. Jumpa lagi. Berjumpa lagi,” ucap Chrisye memungkasi.***

Menurut Coach Rheo ‘Amygdala Hijack’ Penyebab KDRT

EksposisiNews – Publik saat ini dihebohkan dengan pertikaian rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Pasangan yang baru genap setahun resmi menikah 19 Agustus 2021 ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di kalangan artis dan selebritis.

Bagaimana tidak heboh?

Keduanya seringkali tampil di hadapan para followersnya sebagai pasangan romantis, cantik, ganteng, kaya raya, dan popular.

Tiba-tiba tersiar kabar penyanyi dangdut ini melaporkan suaminya sendiri Rizky Billar ke polisi atas dugaan KDRT, antara lain dicekik dan dibanting suaminya.

Mengapa seseorang bisa terdorong menyakiti orang lain atau pasangan hidupnya? 

Menurut Coach Rheo ‘Amygdala Hijack’ Penyebab KDRT 1

“Ini adalah respon otomatis seseorang yang menimbun beban emosi di benak bawah sadarnya dalam waktu sangat lama,” ujar Mind Technology Expert (Pakar Teknologi Pikiran) Coach Rheo, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (1/10/2022).

Timbunan beban emosi tersebut, lanjut Coach Rheo, menciptakan reaksi reaktif yang diproses oleh bagian dari amygdala pada otak.

“Istilah ini sering disebut Amygdala Hijack,” kata pencipta metode DOA-TRTO (Divine Oracular Assistance – Tension Releasing Technique Online) yang banyak berhasil membantu membuang beban emosi ini.

Coach Rheo memberi analogi. Seperti orang yang tengah mabuk beban emosi mengambil alih kesadarannya. Memengaruhi peranan otak neocortex (pusat pikiran rasional).

“Sehingga sering digambarkan seperti gelap mata. Sejenak seperti bukan kita. Itulah saat beban emosi menghampiri kita, dan mengambil alih semuanya,” ujarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata Coach Rheo, hal ini banyak terjadi.

Misalnya ketika melihat plang diskon langsung tergerak untuk belanja.

Atau menghadapi anak nakal langsung mau marah.

Atau respon sederhana tersinggung ketika ada orang mengambil jalur di saat sedang berkendara.

Faktor ini menurut Coach Rheo, penyebabnya sangat banyak.

Di satu sisi kita begitu menyayangi dan mencintai anak, tapi di saat yang lain dapat marah meledak.

“Marah meledak kita seakan lupa semua cinta itu. Kita seperti menjadi Hulk yang hijau, besar mengamuk. Tapi setelahnya kembali tersadar. Akhirnya menyesali perbuatan kita,” ujar pakar yang kini mengadakan kelas netralisasi ‘The Art of Living’ ; Seni Menciptakan Kehidupan Tanpa Batasan ini.

Apa faktor penyebabnya?

Menurut Coach Rheo sangat bervariasi.

Tergantung pengalaman di masa lalu yang membentuk model dunia internal dalam pikiran.

Semisal, sejak kecil kerap diberi pemahaman jika laki-laki harus dihormati.

Laki-laki adalah kepala keluarga. Laki-laki tidak boleh direndahkan, dan lain sebagaimya.

“Ini menjadi pesan dan nasehat turun-temurun. Ditanamkan dari lingkungan dan disetujui sebagai kebenaran massal di banyak kebudayaan,” paparnya.

Maka ketika hal tersebut disinggung sering menimbulkan ledakan respon luar biasa, dan tidak terkendali.

Makna internal bawah sadar inilah yang sebenarnya menjadi beban dalam diri kita.

“Kita tidak memahami bagaimana sesungguhnya beban ini bekerja dalam diri kita. Kita seringkali kecolongan ketika terpicu oleh peristiwa di sekeliling kita,” ungkap motivator yang mendapat pengakuan sebagai Trainer, dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics, (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA) ini.

Coach Rheo mengungkapkan, dalam tayangan YouTube Fadi Iskandar yang diunggah Minggu (25/9/2022), Rizky Billar menyampaikan: “gue tuh enggak masalah ketika secara karir gue direndahkan. Tapi ketika secara gue sebagai suami, gue direndahkan, gue enggak terima.”

“Rizky mungkin pria baik yang mengasihi istrinya. Namun mungkin juga ada perilaku tertentu yang baginya tidak bisa ditolerir. Mungkin karena hal itu bersifat prinsip dalam hidupnya. Dan ketika hal ini terpicu maka menimbulkan perselisihan yang signifikan,” ujar Coach Rheo.

Timbunan beban emosi memang menjadi tema besar dalam kehidupan berumah tangga.

Beban ini menjadi ‘amunisi bawah sadar’ siap ditembakkan ketika ada kesempatan yang datang menghampiri.

“Apalagi jika ditambah dengan kenyataan yang tak diharapkan. Hal ini menjadi beban tersendiri. Akhirnya membuat emosi kita meledak tidak terkendali,” kata Coah Rheo.

Seperti juga kasus yang bisa kita lihat ketika Wendy Walters menyampaikan keluh kesahnya terkait kreator konten Reza Arap di sosial media.

Beban emosi bawah sadar kerap menciptakan suasana tidak nyaman dalam rumah tangga.

“Bisa menyebabkan perceraian psikologis; serumah tapi saling abai. Akhirnya menciptakan keretakan rumah tangga. Hal ini kerap membuka celah bagi pihak ketiga masuk dalam rumah tangga seseorang,” ujar Coach Rheo.

Untuk itu Coach Rheo mengingatkan tentang pentingnya membuang beban emosi secara tuntas.

Apalagi jika sudah ada indikasi beban emosi tidak terkendali. Mulai ada letupan-letupan kecil.

“Jangan terus dikendalikan. Tapi harus tahu cara membuangnya dari sistem syaraf kita,” ujar pakar yang telah melewati puluhan ribu jam praktek dan belajar di bidang teknologi pikiran, serta meraih puluhan sertifikasi, dan ratusan training lainnya di bidang pengembangan diri.

Lapisan emosi tersebut, kata Coach Rheo, tidak terlihat begitu saja dipermukaan. Salah satu clientnya sempat menceritakan kepadanya bahwa dia kerap marah meledak-ledak dalam kesehariannya.

“Ternyata hal ini disebabkan dari diri sendiri, yang menyalahkan karena ibunya meninggal akibat kelalaiannya di masa lalu. Sehingga seluruh beban penyesalan tertanam yang membuatnya kerap meledak-ledak di keseharian hidupnya,” cerita Coach Rheo.

Pada masalah lain seorang client marah meledak-ledak dan memukuli anaknya kemudian menyesal setelahnya.

Namun hal itu terus berulang sepanjang waktu. Ia tidak punya kendali atas dirinya.

“Ternyata itu timbunan emosi pengalaman masa kecil akibat perselingkuhan orangtuanya.  Dimana ia dipaksa memanggil bunda kepada wanita lain yang ayahnya bawa ke rumah. Ia sangat membenci ayahnya. Kebencian pada ayahnya ia luapkan kemana-mana,” ungkap Coach Rheo.

Berbagai trauma seperti ini, kata Coach Rheo, jika tidak diselesaikan bisa menciptakan ledakan bersifat neurotic; otomatis, tanpa dipikirkan, dan tak terkendali.

“Semua seolah alamiah. Sudah karakter. Padahal ini adalah timbunan beban emosi yang bisa dibuang,” paparnya.

Teknologi mengatasi beban emosi saat ini semakin berkembang.

Jika mengetahui langkahnya mengatasi beban emosi yang tertanam dalam tubuh bisa dibuang dalam waktu relatif singkat dan permanen.

Dengan sistem DOA-TRTO, ujar Coach Rheo, beban mental bisa dinetralkan secara langsung dengan membuang beban emosi keluar dari tubuh.

Sistem ini terbukti memberi hasil signifikan bagi kesembuhan para client dalam waktu singkat.

Coach Rheo banyak membantu melepaskan beban emosi, dari mulai kasus trauma kedukaan, kebodohan masa lalu, menyakiti orang lain, trauma bully, persaingan karir, gagal bisnis, pelecehan seksual, pemerkosaan, hamil di luar nikah, kegagalan dalam berumah tangga, hingga dikucilkan keluarga.

Menurut Coach Rheo, sejatinya manusia lahir tanpa beban (emosi), namun sering tidak disadari.

Problem emosi tersimpan di dalam pikiran bawah sadar. Jadi jika hanya dikendalikan beban emosi akan tertimbun dan semakin parah.

“Pada waktunya bisa meledak. Beban emosi sejatinya bukan disimpan tapi wajib dibuang total menyeluruh, agar peranan otak neocortex kita tidak dihijack oleh ‘amygdala’,” pungkas Coach Rheo tegas.***

Dampingi Umat Wihara Tien En Tang, Deolipa Bela Kebenaran

EksposisiNews – Kasus Wihara Tien En Tang masih berlanjut. Untuk itu, Pengacara kondang Deolipa Yumara mendampingi umat Wihara Tien En Tang yang tengah teraniaya karena diintimidasi sekelompok preman, Jumat (30/9/2022).

Hal itu dilakukan demi membela kebenaran dan membela yang terzolimi.

Tak ada keraguan sedikit pun bagi Deolipa Yumara untuk turun dan beraksi pada aksi premanisme, yang mengakibatkan Michele, salah seorang jamaah, yang menjadi korban.

Dari kejadian itu pengacara yang lagi naik daun ini, akan membuka keterlibatan para pihak yang bersekutu dengan si pelaku.

Sebagai kuasa hukum Michele, Deolipa Yumara begitu geram dengan kebuasan pelaku pada korbannya.

Terlebih kekerasan itu terjadi di rumah ibadah umat Budha (Wihara).

Dampingi Umat Wihara Tien En Tang, Deolipa Bela Kebenaran 2

“Jangan merasa kebal hukum, atau berlindung dengan penegak hukum. Saya sikat sampai ke akar-akarnya,” ucap Deolipa Yumara berapi-api tampak begitu sangat bersemangat.

Bagi Deolipa setelah mempelajari penjelasan korban, dirinya sudah ‘membaca’ skenario para pelaku kekerasan.

Termasuk keterkaitan dengan para pihak yang akan ia bongkar nanti.

Menurut Deolipa, aksi yang dilakukan pelaku merupakan pola lama. Sehingga mudah terbaca oleh siapapun yang mengamati.

“Karena itu, saya bersikap tidak mentoleransi pihak manapun yang melindungi pelaku karena sudah masuk perbuatan pidana, “ tegas Deolipa.

Seperti diketahui Michele menjadi korban premanisme, oleh sekelompok orang.

Para pelaku mewakili ahli waris, mengusir para pengurus dari Wihara Tien En Tang, yang berada dalam perumahan elit Green Garden, Jakarta Barat.

Akibat cara pengusiran dengan kekerasan, tangan dan kaki Michele biru lebam.

Setelah diseret paksa keluar hingga terkena benturan benda tumpul.

Begitu juga perusakan beberapa barang didalam Wihara yang belum sempat diambil pengurus. Baik mobil operasional Yayasan Wihara Metta Karuna Maitreya masih teronggok di garasi, maupun uang sumbangan jamaah dalam brankas senilai ratusan juta rupiah.

Belum lagi raibnya berbagai barang keperluan kerja dan inventaris yayasan lainnya.

Peristiwa ini terjadi karena ada pihak yang mempermasahkan lahan hibah yang dulu diberikan Amih Widjaya untuk ibadah Umat Budha.

Bahkan surat-suratnya pun sudah dipegang pihak yayasan.

Namun setelah Amih Widjaya meninggal, salah satu anaknya bernama Lily malah berupaya memperebutkan hibahan orang tuanya itu.

Dulu, almarhum Amih Widjaya menghibahkan tanah seluas 300 meter pada yayasan. Lalu bertahap pengurus mendirikan bangunan Wihara tiga lantai di atas tanah tersebut. Pembangunan terealisir karena adanya sumbangan/donasi para jamaah Budha. Lahan itulah yang kini dipersengketakan  keturunan Amih Widjaya dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkap mereka.

Terkait kasus ini, media ini mencoba konfirmasi pihak yang permasalahkan hibah lahan wihara tersebut.

Namun hingga berita ini dimuat, tak ada pihak yang bisa dikonfirmasi.***

Camila Rasya Meriahkan HUT Irau Kampung Sei Bebanir Bangun ke-37

EksposisiNews – Blantika musik dangdut menggiring langkahnya kian populer sebagai penyanyi.

Itupun dilaluinya dengan berbagai ujian dan godaan.

Cantik seksi dan segudang kemolekan tubuh yang dimilikinya, mengundang hasrat pria manapun untuk mendekatinya.

Itulah Camilia Rasya, dara asal Palembang dan kini tinggal sendiri di Jakarta.

Mendengar suaranya bikin hati ingin selalu dekat dengannya.

Apalagi dikatakannya, perlu banyak teman mendukung karirnya sebagai penyanyi.

Camila Rasya Meriahkan HUT Irau Kampung Sei Bebanir Bangun ke-37 3

“Saya beranikan diri ke Jakarta, tanpa banyak teman. Berat banget awalnya eksis di Jakarta,” kenang Mila akrab disapa.

Wanita kelahiran Muara Enim Palembang, 12 Mei 1988 ini mencoba peruntungan kerja di Trans TV sebagai staf HRD.

Selama tiga tahun, Camila akhirnya memiliki banyak teman.

Berbekal jaringan pertemanan, membuat bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Hj. Asriyah (alm) dan Haji Rosyad Nawawi, kembali mengembangkan bakat lahirnya sebagai penyanyi.

Dari yang tidak dilihat sampai akhirnya dilirik banyak pihak untuk mengundangnya di berbagai event.

“Seperti saat ini saya di Berau, Kalimantan Timur. Luar biasa sambutan masyarakatnya. Warga begitu antusias bergoyang dengan sembilan lagu yang saya nyanyikan,” ujar Camila saat setelah mengisi acara hari jadi Irau Kampung Sei Bebanir Bangun ke-37, Selasa, 27/9/2022

Kehadiran Camila Rasya di acara hari jadi IRAU KAMPUNG SEI BEBANIR BANGUN ke-37, disambut meriah kepala kampung Muhammad Rasatkan dan Madri Pani, SE selaku ketua DPRD Kabupaten Berau.

Diakui Camila darah seni dari sang ayah begitu kuat melekat pada dirinya saja. 

Sementara saudara kandung lainnya berprofesi di luar seni.

Karena itu, Camila tidak berkutat sebagai penyanyi dangdut saja.

Berbagai tawaran baik di model, iklan dan syuting sinetron turut dijelajahinya juga.

“Ada kenikmatan tersendiri berprofesi di dunia seni. Jujur mendapatkan uang lebih besar dari kerja kantoran, selain pengorbanannya untuk sukses juga besar sebelum seperti sekarang ini,” tawa Camila pada dirinya jatuh bangun mewujudkan mimpi menjadi penyanyi terkenal.

Baik ditipu atau dibohongin, pernah dialaminya.

Sampai akhirnya kini mampu membiayai keluarga, dan membeli kendaraan serta tempat tinggal di Jakarta.

“Menyanyi tetap menjadi prioritas. Saya beruntung 13 lagu saya mendapat sambutan bagus. Seperti lagu dengan Pak Dudung, malah sekarang viral,” ungkap Camila.

Namun satu hal selalu menjadi semangatnya menyanyi, dukungan penggemar tiada henti untuk dirinya.

Salah satunya dari Yeskiel Weng, “Saya yakin teh Camila pasti ke Berau lagi. Banyak artis sering ke Berau. Tapi tidak sama dengan teh Camila.  Sekarang mungkin teh Camila sudah di Jakarta. Tapi nama teh Camila masih menjadi omongan masyarakat. Karena keramahan.”***

“Pesta Rakyat” Rayakan 30 Tahun DEWA 19 Berkarya Di Jakarta International Stadium

Baladewa dan Baladewi bersiap untuk bersama-sama merayakan perjalanan 30 tahun DEWA 19 dalam “PESTA RAKYAT 30 Tahun Berkarya DEWA 19” pada Rabu, 12 November 2022 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta. Dalam penampilan ini, DEWA 19 akan tampil akan membawa 4 vokalis dan 4 drummernya. Pertunjukkan spektakuler ini diperkirakan akan dibanjiri tak kurang dari 60 ribu penonton.

Lahan Wihara Tien En Tang, Diakui Milik Perorangan

EksposisiNews – Lahan rumah ibadah seluas 300 meter persegi dimana berdiri Wihara Tien En Tang yang beralamat di Perumahan Green Garden, Kebun Jeruk, Jakarta Barat sudah ada sejak 20 tahun lalu, tapi baru-baru ini diakui sebagai milik orang lain. Padahal Lahan tersebut merupakan hibah dari Amih Widjaja kepada Yayasan Cetiva Metta Karuna Meitreva.

FSP-TIM Gelar Hajatan Panjang Umur Perjuangan Jaga Marwah TIM

EksposisiNews – Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (FSP-TIM) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Panjang Umur Perjuangan – Menjaga Marwah Taman Ismail Marzuki.”

Acara digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta Pusat. Berlangsung selama dua malam berturut-turut, Jumat dan Sabtu, 23 – 24 September 2022, mulai pukul 19.30 WIB.

Acara dengan semangat ‘poetic resistance’ tersebut menampilkan para pegiat seni musik, teater, tari, sastra, rupa, dan film.

Ratusan seniman menyatakan kesiapan tampil menyuarakan permasalahan faktual berkenaan dengan kebijakan Pemerintah dalam mengurus kesenian dan kebudayaan.

FSP-TIM Gelar Hajatan Panjang Umur Perjuangan Jaga Marwah TIM 4

“Tidak hanya menyangkut revitalisasi TIM, tapi juga soal nasib ruang-ruang ekspresi kesenian di berbagai daerah,” terang Tatan Daniel, dari Forum Seniman Peduli TIM, kepada penggiat seni budaya Eddie Karsito, di Jakarta, Jum’at (23/09/2022).

Pengisi acara antara lain dari kelompok musik Lokal Ambience, Pandai Api, Jali Gimbs, Republik 21, Sanggar Saraswati, Bale Seni Intan Bulaeng, Arafat Ensamble, Pangjek, dan kelompok seni tradisi Komunitas Ronggeng Deli.

Tampil juga Cilay Dance Theater, Joind Bayuwinanda, Agus Nur Amal, Agadebi, Willy Fwi, Buyung Surya, Cok Ryan Hutagaol, Exan Zen, Sihar Ramses Simatupang, Moctavianus Maheska, Sari Chikata, Endin Sas, Nuyang Jaimee, Qthink, Ipoer Wangsa, Titieq Chemonk, Eko Prakoso, dan sejumlah seniman lainnya.

“Termasuk para perupa, Edy Bonetsky, Dadang Ismawan, dan lain-lain. Sepanjang acara berlangsung digelar juga pameran foto dan pemutaran film,” papar Tatan.

Menurut Tatan, acara yang digelar di pelataran luas Teater Besar TIM tersebut, tidak berkaitan dengan rencana yang disebut-sebut sebagai ‘’grand-launching” (wajah baru TIM).

“Istilah itu kami tolak karena tidak mencerminkan sejarah panjang TIM. Tidak pula menyiratkan esensi dan fungsi TIM sebagai kawasan kesenian,” ungkap Pendiri Sanggar Laras, asal Kota Kisaran Asahan Sumatera Utara ini.

Dengan sejumlah persoalan silang kelibut yang absurd dan membuat bingung banyak pihak itu, maka FSP-TIM tidak dapat memahami alasan diselenggarakannya grand-launching wajah baru TIM.

“FSP-TIM menolak formalitas peresmian itu lantaran revitalisasi TIM sendiri masih belum tuntas,” kata Tatan.

Tatan menjelaskan, hajatan Panjang Umur Perjuangan – Menjaga Marwah Taman Ismail Marzuki, oleh FSP-TIM dimaksudkan sebagai ruang pengabaran. Mendedahkan perspektif yang lurus dan terang dari sudut pandang obyektif kalangan seniman tentang apa yang senyatanya terjadi (das Sollen), dan apa yang seharusnya (dan Sein).

Hampir tiga tahun usia gerakan #saveTIM, ujar Tatan, didukung oleh banyak tokoh, kalangan seniman dan budayawan. Seperti Ajip Rosidi, Radhar Panca Dahana, Butet Kartaredjasa, Mohamad Sobary, Afrizal Malna, Putu Wijaya, Maria Darmaningsih, Ratna Sarumpaet,  Nano Riantiarno, Elly Lutan, Syahnagra, dan lainnya.

“Perjuangan kami tidak lain adalah upaya pengawalan terhadap kebijakan revitalisasi TIM. Seraya menawarkan berbagai kemungkinan baik yang patut; yang semestinya, dan bermaslahat,” ungkap mantan Kepala Anjungan Sumatera Utara TMII ini.

Pengawalan tersebut, kata dia, dengan maksud mengeliminir berulangnya preseden buruk dalam pembangunan dan pengelolaan TIM, sebagaimana pernah terjadi di masa lalu. Pengalaman empirik yang traumatis, yang mengendap dalam benak banyak seniman.

Berawal dari diruntuhkannya Teater Tertutup, Teater Arena, Teater Terbuka, Wisma Seni, dan Sanggar Tari Huriah Adam. Bangunan peninggalan Gubernur Ali Sadikin, yang konsepnya bersumber dari buah pikir para seniman, seperti Ajip Rosidi, Ilen Surianegara, Oe. Effendi, Arif Budiman, Ramadhan K.H., dan kawan-kawan.

“Ruang-ruang ekspresi seni itu diratakan dengan tanah, hanya karena hasrat menghabisi dan menghapus jejak Ali Sadikin. Lalu dimunculkanlah iming-iming akan diganti dengan bangunan kesenian bertaraf internasional,” ungkap Tatan.

Menurut Tatan, gerakan yang dilancarkan FSP-TIM adalah gerakan yang sah, dan legal. Bahkan diakui para pembuat kebijakan, antara lain DPRD DKI Jakarta, Komisi X DPR RI, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hajatan Panjang Umur Perjuangan – Menjaga Marwah Taman Ismail Marzuki ini, terang Tatan lagi, menjadi momen introspeksi.

Sebagai momen pengingat, ruang penyampaian pandangan dan pesan kritis seniman.

“Karena TIM adalah rumah bersama para seniman. Tidak hanya yang bergiat di Jakarta, tapi juga di berbagai mata angin Indonesia. Ia pun menjadi perlambang eksistensi kaum seniman di manapun, di segenap penjuru negeri ini,” tegas Tatan.

TIM adalah warisan luhur Ali Sadikin, Ajip Rosidi, dan kawan-kawan, sekaligus pula amanah yang dipinjam dari anak cucu. Oleh karena itu, wajib dijaga dengan sungguh-sungguh.

“Komersialisasi harus dijauhkan. Kewajiban Pemerintah terhadap TIM adalah obligasi kultural dan konstitusional tak boleh ditawar-tawar. Kewajiban yang sudah disuratkan dengan tegas dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujar Tatan menutup.***

Kisah Inspiratif Barbie Kumalasari Sukses di Entertainment & Pengacara

EksposisiNews – Barbie Kumalasari termasuk artis yang total dan profesional. Ia bukan artis yang instan atau suka sensasi, tapi penuh prestasi. Ia serba bisa dan punya banyak talenta dengan menggeluti berbagai profesi yang tak hanya di dunia entertainment tapi juga di dunia advokat sebagai seorang pengacara.

Tampilkan Pos

“Saat ini aku lagi happy banget, alhamdulillah, karena laguku yang terbaru berjudul ‘Wanita Luar Biasa’ sekarang masuk chart nomor satu di radio, “ kata Barbie Kumalasari kepada wartawan di Sea-Bat, Kamis (22/9/2022).

Lebih lanjut, Barbie menerangkan karena banyak kesibukan sehingga dirinya telat dalam membuat video klip lagu tersebut. “Harusnya bikin video klip dulu, baru masuk ke radio, karena aku sekarang sibuk banget dengan banyak kegiatan profesi saya sebagai pengacara, Humas DKI Jakarta dari Kongres Advokat Indonesia, kemudian aku mengurusi banyak kerjaan bolak-balik keluar kota sehingga tertunda bikin video klip lagu ini, “ terangnya.

Kemarin, kata Barbie, pembuatan video klip ‘Wanita Luar Biasa’ sudah selesai. “Aku yang memproduseri sendiri dengan konsep aku sebagai Ratu Bilqis jadi keren banget, “ ungkapnya penuh percaya diri.

Sebelumnya, Barbie memproduseri lagu ‘Mantan Tersayang’ dengan featuring Saiful Jamil. “Tapi karena ada sesuatu hal yang tidak sesuai jadi sudah selesai, lagunya tetap okey, viewersnya juga banyak banget di channel YouTube aku, Barbie Kumalasari Official Channel, “ bebernya.

Barbie menyadari dulu tahun 2019 ia tidak bisa menyanyi karena dirinya tidak fokus dengan terlalu banyaknya kesibukan dalam dunia politik, sekolah hukum dan berbagai kesibukan lainnya. “Ketika aku nyanyi asal-asalan yang viral banget, semua orang mencibir aku, tapi ternyata itu viral nomor satu, pecah banget, dan aku tidak pernah malu diejek suara jelek, aku tetap optimis karena menurut aku, semua ada prosesnya. Toh semua penyanyi-penyanyi yang sudah jadi itu sekolah nyanyi, “ ujarnya.

Setelah dihina-hina netizen, tahun 2020 Barbie sekolah nyanyi di Bertha. “Memang sekolahnya sebentar hanya dua bulan, tapi menurut kak Bertha, suaraku sudah punya karakter seperti penyanyi luar negeri yang punya ciri khas tersendiri, “

Barbie menyebut waktu itu Bertha akan mengurusi dirinya untuk konser di Hongkong, bahkan akan konser juga di Amerika. “Itu its true, memang benar-benar nyata, tapi tahun 2020 begitu bulan Maret karena Covid-19 jadi konser aku tidak jadi, “

Saat penerapan PPKM, Barbie yang tidak pernah bekerja pada orang lain, ia memproduseri lagu ciptaan Aldi Taher berjudul ‘Halalin Aku’. “Syutingnya di Bali, dengan konsep video klip depannya aku nikah dengan Aldi Taher, tapi sayangnya kurang hapening, tapi aku akan tetap bikin launching lagi,“ katanya.

Tahun 2022, Barbie memproduseri lagu ‘Mantan Tersayang’ bersama Angga Wijaya. “Sayang konsernya tidak berjalan panjang, “ ucap Barbie menyayangkan.

Tahun depan, Barbie mengaku sudah dikontrak label SevenStar. “Jadi kontraknya selama dua tahun, dimana satu bulan aku harus menciptakan 2 lagu jadi saya harus menciptakan 48 lagu dalam kurun waktu dua tahun, “ tegas Barbie.

Barbie menyampaikan rasa syukurnya bisa dikontrak label SevenStar. “Tidak semua artis dapat kesempatan emas seperti itu, aku siap total profesional untuk bisa berkarir musik go internasional, “ pungkas Barbie Kumalasari optimis. *** 

Sponsorship

Berita Terkini