Bank-Of-England
Eksposisinews – Bank of England kembali (BOE) mempertahankan suku bunga acuannya pada Kamis di tengah meningkatnya optimisme atas prospek jangka pendek ekonomi Inggris setelah peluncuran cepat vaksin virus corona.

Komite Kebijakan Moneter yang mengatur suku bunga bank mengatakan ekonomi “diproyeksikan akan memulih dengan cepat kembali ke tingkat sebelum COVID di tahun 2021 ini, karena program vaksinasi dianggap mengarah pada pelonggaran pembatasan terkait COVID dan masalah kesehatan masyarakat.”

Bank of England sebenarnya sudah sangat proaktif dalam menghadapi pandemi ini. BOE sebelumnya telah memangkas suku bunga acuannya ke rekor terendah 0,1% dan menggelontorkan dana sebesar 450 miliar pound atau setara dengan $615 miliar lagi melalui program pembelian obligasi.

Banyak pelaku pasar sebelumnya mengharapkan bank of England akan mengambil tindakan lebih untuk membantu perekonomian, bahkan berpotensi menurunkan suku bunga utama di bawah nol untuk mendorong bank memberikan pinjaman yang lebih banyak.

Namun, peluncuran vaksin virus korona yang cepat di Inggris justru efektif meningkatkan prospek ekonomi dan menurunkan ekspektasi akan langkah lain dalam waktu dekat. Tercatat hingga Rabu, lebih dari 10 juta orang di Inggris telah menerima dosis vaksin pertama mereka, hampir seperlima dari populasi orang dewasa. Tak pelak, hal itu justru memacu harapan bahwa pembatasan karantina akan dilonggarkan lebih cepat, sehingga memperbesar peluang pemulihan ekonomi dengan cepat.

“Dengan peluncuran vaksin yang berjalan baik, dan kasus covid saat ini menurun brastis, ada peluang bagus bahwa ekonomi akan mencatat lonjakan aktivitas yang cepat hingga pertengahan tahun,” ungkap James Smith, ekonom di ING. “Itu pada gilirannya mengurangi tekanan untuk menyuntikkan stimulus tambahan.”

Bank of England akan mengadakan konferensi pers pada hari ini. Selain pandangan bank tentang peluncuran vaksin, akan ada minat tentang bagaimana kesepakatan perdagangan yang baru-baru ini disepakati antara Inggris dan Uni Eropa akan memengaruhi ekonomi Inggris.

Jelas bahwa bisnis tengah menghadapi kesulitan terkait pengaturan ekonomi baru dengan UE. Meskipun kesepakatan perdagangan itu, yang mulai berlaku pada awal tahun, berarti tidak ada tarif atas barang yang diekspor atau kuota dari jumlah yang dijual, bisnis menghadapi biaya tambahan terkait dengan pengisian formulir dan pemeriksaan bea cukai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here