covid 19

Eksposisinews – Perusahaan farmasi Pfizer Inc. akhirnya mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk merilis vaksin Covid 19 pada hari Jumat lalu.

Vaksin yang akan disebarkan ke seluruh wilayah Amerika dalam beberapa hari ke depan tersebut diproduksi oleh Pfizer bekerjasama dengan BioNTech SE.

Selain Amerika, vaksin tersebut juga telah mendapat izin di beberapa negara seperti Inggris, Kanada dan lainnya.

Meski begitu, proses pemberian izin ini diselingi oleh kontroversi karena pada detik-detik terakhir pemberian izin, Kepala Staff Gedung Putih Mark Meadows mengatakan kepada Komisioner FDA, Stephen Hahn bahwa jika gagal meloloskan vaksin agar bisa digunakan secepatnya akan menyebabkan dia kehilangan pekerjaannya. Namun pada hari Sabtu, Hahn membela FDA bahwa mereka telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan transparan, seperti dikutip dari Bloomberg.

Ketika ditanya wartawan, dia menyatakan bahwa mereka telah bekerja cepat mengingat betapa mendesaknya situasi pandemi ini dan bukan karena ada tekanan dari pihak luar.

Dalam cuitannya di Twitter, Presiden Trump menyatakan bahwa pemberian izin ini merupakan pencapaian saintifik terbesar dalam sejarah, yang akan menyelamatkan jutaan nyawa dan mengakhiri pandemi.

Namun banyak warga Amerika tidak yakin akan efektivitas vaksin tersebut. Berdasarkan uji klinis yang dilakukan FDA, vaksin yang dibuat Pfizer memiliki efek samping ringan dan tidak ada tanda-tanda ancaman serius terhadap keselamatan.

Pada suntikan kedua, reaksi yang paling sering muncul adalah rasa lelah dan pusing, terjadi pada 59% dan 52% sukarelawan usia muda, dibandingkan 51% dan 39% pada sukarelawan berusia lebih dari 56 tahun.

Masih belum jelas apakah vaksin ini mampu mencegah penyebaran Covid-19 karena bisa saja hasilnya tidak efektif pada orang-orang yang tidak memiliki gejala, sehingga mereka masih harus terus mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here