Saham Tokyo Electron mengalami tekanan oleh aksi jual investor di Bursa Saham Tokyo

EksposisiNews, Jakarta – Bursa saham Asia berakhir lebih rendah pada perdagangan di hari Rabu (29/09/2021) setelah saham di sektor teknologi mendapatkan tekanan dari aksi jual yang terjadi di Wall Street sebelumnya. Para investor merasa gelisah atas inflasi disaat muncul tanda-tanda akan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Indek Shanghai China jatuh 65,92 poin, atau 1,8 persen, menjadi 3.536,29 karena investor menantikan rilis indeks manajer pembelian manufaktur, non-manufaktur dan manufaktur Caixin pada hari Kamis. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 163,11 poin, atau 0,7 persen, menjadi 24.663,50 karena China Evergrande yang kekurangan uang mengumumkan rencana untuk menjual 19,93 persen sahamnya di Shengjing Bank.

Bursa saham Jepang berakhir melemah tajam di tengah kekhawatiran tentang kenaikan imbal hasil obligasi dan deretan batas utang AS. Indeks Nikkei 225 jatuh 639,67 poin, atau 2,1 persen, menjadi menetap di 29.544,29, sedangkan Topix yang lebih luas ditutup 2,1 persen lebih rendah pada 2.038,29.

Tak lama setelah bel penutupan, Fumio Kishida memenangkan suara kepemimpinan partai yang berkuasa, membuatnya berada di jalur untuk menjadi perdana menteri berikutnya.

Saham teknologi tinggi menghadapi tekanan jual yang kuat, dimana saham Screen Holdings, Tokyo Electron dan Advantest anjlok 4-6 persen.

Baca juga : Nikkei Menguat, Pasar Acuhkan Pelemahan Yen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here