EksposisiNews – Gereja Kristen Indonesia (GKI) Palsigunung Bajem, Ciracas, disegel. Atas kejadian itu. Aliansi Bersatu Anti SARA (ABAS) mengutuk dan mengecam keras penyegelan GKI Palsigunung Bajem Ciracas. ABAS memang menjadi garda terdepan dalam memberantas paham-paham radikalisme, intoleransi dan SARA di Indonesia.

ABAS Kecam Keras Penyegelan GKI Palsigunung Bajem Ciracas 1

 “ABAS mengutuk dan mengecam keras penyegelan GKI Palsigunung Bajem Ciracas, “ kata Ferdinand Hutahaean, Kepala Departemen Humas dan Media ABAS, Minggu (25/6/2023).

Lebih lanjut, Ferdinand menerangkan langkah berikutnya. “Kita mendesak pemerintah untuk mencabut penyegelan GKI Palsigunung Bajem Ciracas, “ terangnya.

Setelah itu, kata Ferdinand, ABAS meminta pemerintah daerah untuk segera memfasilitasi kelengkapan izin dan persyaratan mendirikan rumah ibadah, “termasuk perizinan ibadah di rumah ibadah gereja di Ciracas, “ paparnya.

Ferdinand menyampaikan, bahwa ABAS akan memberikan solusi. “Kita akan mendatangi lokasi, apa yang bisa kita bantu, bahwasannya ABAS akan memberikan solusi, “ tandasnya.

Sebelumnya, ABAS telah wawancara Sapto, Ketua Panitia Pembangunan GKI Bajem Ciracas. “Kronologi yang sebenarnya terjadi penyegelan itu dilakukan setelah kami melaksanakan ibadah pada tanggal 27 Februari 2023, “ kata Sapto, saat ditemui di Gereja Bajem Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (24/6/2023)

Lebih lanjut, Sapto menerangkan, karena gerejanya yang lama kondisinya sudah sangat tidak kondusif untuk ibadah di tengah pemukiman penduduk yang sangat padat dan kalau hujan selalu banjir. “Untuk ibadah sangat terbatas hanya dapat menampung 60 orang, “ terangnya.

Menurut Sapto, rencananya akan relokasi. “Proses relokasinya kami sudah mendapatkan 80 pendukung warga sekitar, dan 125 pengguna, tapi kami masih belum mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama yang minimal 60 orang untuk perizinan tempat ibadah, “ ungkap Sapto.

Sapto menyampaikan terjadinya penyegalan karena pihaknya menggunakan gedung untuk ibadah. “Kami tidak mau menandatangi surat kesepakatan dengan persyaratan yang diajukan bahwa gedung tersebut tidak untuk ibadah, “ pungkas Sapto pasrah.

Adapun, pegiat media sosial Abu Janda atau Permadi Arya, telah menviralkan kasus penyegelan GKI Palsigunung Bajem Ciracas. “Cuma di Indonesia rumah ibadah disegel disamakan dengan tempat maksiat. Keji dan biadab sekali,” kata Abu Janda.

Abu Janda menyebut jika GKI Palsigunung Bajem sudah mengurus perizinan sejak tahun 2012 namun dipersulit oleh RT dan RW. “Padahal sudah mendapat persetujuan 80 warga sesuai syarat SKB 2 Menteri namun karena ditolak oleh Pak RT dan Pak RW, rumah ibadah disegel oleh dinas tata kota,” terangnya.

Menurutnya, Presiden Jokowi sudah menyampaikan jika hak beribadah umat beragama dilindungi konstitusi. “Jadi jangan sampai konstitusi kalah dengan Pak RT & Pak RW. Mohon atensi bapak Gubernur DKI Pak Heru Budi Hartono. Mohon dibantu Bapak Walikota Jakarta Timur Pak Muhammad Anwar,” paparnya.

Abu menyampaikan bahwa kebiadaban penyegelan rumah ibadah ini harus dihentikan sekarang juga karena sudah melanggar konstitusi. “Jangan pakai alasan izin untuk menghalangi ibadah umat non muslim, kalau izin belum lengkap bantu lengkapi izinnya, bukannya malah disegel,” tegasnya.

Sebagai seorang muslim, Abu mengaku ikut malu dengan aksi menyegel tempat ibadah umat Kristen itu. “Mohon dibantu Pak, “ Abu Janda memohon-mohon.

Perlu diketahui, ABAS adalah sebuah perkumpulan / ormas yang dibesut oleh Boyke Djohan dengan anggota-anggota diantaranya Habib Kribo, Ninoy Karundeng,  Farhat Abbas, Donny Kesuma, Ananda Sukarlan, Rapindo Hutagalung, Irjen Pol (Purn) Benny Mokalu, Jody C Ante, Sonny Tulung, Burhan Abe, dan lain-lain *** 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini